Kamis, 24 Januari 2013

NASIHAT ABU JAHAL KLASIK DAN ABU JAHAL MODERN


Dalam tulisan sebelumnya, saya menulis tentang LOGIKAABU JAHAL, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita dalam menentukan pilihan berlogika. Apakah kita memilih menggunakan logika kebenaran (Logika Al Haq) atau sebaliknya, memilih mengikuti logika Abu Jahal. Pada kesempatan ini saya akan mengupas sedikit saja tentang “Nasihat Abu Jahal”. Sebenarnya nasihat Abu Jahal yang akan saya sampaikan ini adalah bersumber dari logikanya Abu Jahal sendiri. Mari simak kelanjutannya di bawah ini.

Abu Jahal dikenal sebagai orang yang senang mengintimidasi manusia. Ia menakut-nakuti siapapun yang tidak mengikuti logikanya. Berbagai ancaman diucapkannya agar orang takut untuk berpindah keyakinan. Tujuan Abu Jahal adalah agar manusia tetap memegang keyakinan nenek moyang, kesyirikan seperti menyembah berhala, tetap lestari dan kokoh membudaya di tengah-tengah masyarakat. Abu Jahal tidak ingin manusia masuk ke dalam ajaran Islam yang suci. Abu Jahal sangat khawatir bila banyak manusia mengikuti logika kebenaran dan mencampakkan logika Abu Jahal.

Apabila Abu Jahal mengetahui seseorang akan masuk Islam atau telah masuk Islam, maka Abu Jahal bersegera menyampaikan nasihat khasnya kepada orang tersebut. Apa butir nasihatnya? Pertama, wahai fulan mengapa engkau berpindah dari kesenangan menuju kesengsaraan komunitas minoritas Islam. Tetaplah di sini bersama, kita lebih nyaman dalam keramaian. Kedua, wahai fulan, tahukah engkau resiko jika menerima Islam? Nanti engkau akan dimusuhi kaummu. Banyak yang tidak senang denganmu bila mereka mengetahui bahwa engkau telah menerima Islam. Tetaplah di sini, kita akan saling nyaman dalam kebersamaan. Ketiga, wahai fulan, apakah engkau tidak takut bila disiksa, dihina, dicaci, dicemooh, dibunuh, keluargamu terancam, mata pencaharianmu dipersulit, lantaran engkau berkeyakinan Islam? Sebaiknya tinggalkan sajalah Islam itu, tidak ada satupun kebaikan di dalamnya, malah engkau ibarat membuang-buang waktu hidupmu dan membiarkannya dalam kesia-siaan.

Butir-butir nasihat di atas adalah NASIHAT ABU JAHAL. Saya melihat di zaman modern ini nasihat-nasihat Abu Jahal tersebut juga sudah banyak kita dengar. Mungkin konteksnya agak berbeda tetapi kontennya tetap sama. Kalau di zaman Abu Jahal klasik, menasihati fulan agar tidak menerima Islam. Sedangkan Abu Jahal modern, menasihati fulan agar tidak menerima komunitas kebaikan yang bersemangatkan Islam. Komunitas yang memperjuangkan kebenaran Islam agar senantiasa tegak di dalam kehidupan, bisa saja berwujud organisasi massa atau organisasi politik (parpol).

Abu Jahal modern tidak hanya berasal dari kaum kuffar dan fasiq saja, Abu Jahal modern bisa saja berwujud dalam pribadi seorang muslim. Misalnya bila seseorang terjun ke dalam proyek-proyek kebaikan, katakanlah itu organisasi atau mungkin partai politik yang bernafaskan perjuangan Islam, maka Abu Jahal modern akan segera turun bicara seraya berpidato menyampaikan nasihatnya. Apa nasihat Abu Jahal modern? Butir nasihatnya juga tidak jauh berbeda dari butir nasihat Abu Jahal klasik. Pertama, hei bro, ngapain kamu pusing-pusing berorganisasi atau berpartai politik, nambah-nambah kerjaan saja. Lebih baik kayak saya, fokus mikirin masa depan dan hidup dalam ketenangan. Kedua, hei bro, ngapain kamu ikut-ikutan berorganisasi atau berpartai politik, nanti bakalan dibenci orang lho, banyak yang nggak senang dengan itu organisasi, apalagi berpartai, nanti kamu dimusuhi, tidak diterima lagi oleh masyarakat di sekitarmu, politik itu kotor! Lebih baik kayak saya, hidup yang lurus-lurus saja, netral tanpa afiliasi dan keberpihakan. Ketiga, hei bro, apakah kamu tidak takut bila nanti ketahuan atasan karena ikut ngedukung parpol atau ketahuan ikut organisasi yang gak jelas itu, organisasi Islam radikal yang bisa-bisa dituduh teroris, bakalan kena PHK dah (bagi pegawai), bakalan diasingkan tuh oleh masyarakat (bagi warga), nanti kehidupanmu tambah susah. Bahaya! Mending kayak saya aja, hidup nyaman dan tetap on the track alias tidak ikut organisasi dan tidak mendukung parpol. Baik parpol nasionalis maupun parpol Islamis, itu sama aja bohong. Mana ada orang berpartai karena Allah, semua politikus itu pembohong!

Nasihat Abu Jahal modern bukan sekali dua kali terdengar di sekitar kita. Mari hidup nyaman, tanpa susah, tetap tenang tanpa kesibukan. Memikirkan umat Islam adalah omong kosong, itu hal sia-sia yang diada-adakan saja. Lebih baik fokus ibadah buat persiapan ke surga. Tekun dan lebih giat saja untuk mengaji, itu cukup. Rajinlah dhuha, tahajud, dan tilawah, sudah lebih dari cukup. Perbanyak infaq dan sedekah, insyaAllah jalan ke surga akan semakin mulus ibarat jalan tol. Inilah nasihat Abu Jahal modern. Nasihat Abu Jahal modern agar setiap manusia tidak lagi menjadi pendukung komunitas kebaikan. Agar manusia tidak lagi memikirkan urusan umat Islam. Agar umat Islam semakin lemah dan terperdaya karena dipimpin oleh orang-orang kafir atau orang-orang yang pemahaman Islamnya rendah. Hindarilah berpolitik atau sekadar mendukungnya jangan! Itu sia-sia. Demikianlah nasihat Abu Jahal modern, tidak kalah unik dengan Abu Jahal klasik.

Semoga tulisan ini bermanfaat. Amin.

Tidak ada komentar: