Jumat, 25 Mei 2012

12 Prinsip Militer dalam Beroganisasi


Sebenarnya tulisan ini sudah lama saya tulis dan ingin mempublikasikan di blog ini. Akan tetapi karena merasa bahwa banyak hal yang harus dibenahi dan disempurnakan, akhirnya keinginan itu selalu saya tunda. Sudah lebih dari sebulan, tetapi proses revisi dan ‘editing’ belum juga saya laksanakan, lalu daripada mubazir di dalam laptop maka terpaksa saya publish juga. 

Terinspirasi salah satu bagian dari sebuah buku yang berjudul “How The Best Leaders Lead” di tulis oleh Brian Tracy (2010), secara khusus ditujukan kepada golongan pembaca di kalangan wirausahawan atau pemimpin-pemimpin organisasi bisnis. Di sini saya hanya memaparkan kembali dengan cara pandang pribadi tentang 12 prinsip-prinsip di dalam dunia kemiliteran yang dapat diaplikasikan ke dalam sistem organisasi secara umum. 

Sebagaimana kita ketahui bahwa dunia militer adalah dunia yang serba disiplin. Banyak keteladanan yang dapat dipetik dari mereka. Keteladanan itu dapat dituangkan di dalam berbagai prinsip-prinsip yang dipandang cocok diterapkan di aspek kehidupan mana saja, termasuk sistem organisasi non-militer. Bagi kita yang sedang dan akan menjadi bagian dari sebuah organisasi, apalagi jika sebagai seorang pemimpin, buku Brian Tracy ini dapat merupakan salah satu rujukan pembanding bagi kita.

Bagi pembaca yang ‘akrab’ dengan dunia militer atau banyak mengkaji tentang kemiliteran, tentu hal ini bukan suatu hal yang baru. Akan tetapi bagi mereka yang baru di dalam menjalankan sistem organisasi, prinsip-prinsip ini amat penting dijadikan bahan perenungan dan dasar pertimbangan pergerakan organisasi. Keduabelas prinsip akan saling berkaitan, apabila diterapkan secara tepat maka akan mengarahkan organisasi yang dipimpin menuju kejayaan.

Prinsip Militer 1
Prinsip Objektif. Yang dimaksud dengan prinsip objektif adalah prinsip yang diterjemahkan dalam bentuk kemampuan pemimpin organisasi dalam merumuskan tujuan-tujuan atau cita-cita organisasi. Harus dipastikan bahwa tujuan-tujuan ini secara baik dipahami oleh siapapun yang terlibat di dalam aktivitas organisasi. Bagaimana mungkin organisasi mampu mencapai cita-cita organisasi sementara orang-orang yang bekerja di dalamnya. Sebelum melakukan aktivitas apapun, yakinkan bahwa semua orang yang bernaung di dalam organisasi itu mengetahui dengan benar hakikat organisasi, termasuk memahami dengan baik visi dan misi. Apa visi yang ingin kita capai ke depan dan apa misi yang akan kita jalankan untuk mewujudkan visi itu. Di dalam dunia militer, prinsip objektif ini telah tertanam kuat di dalam karakter para jenderal dan pemimpin-pemimpin militer di bawahnya.

Prinsip Militer 2
Prinsip Ofensif. Yang dimaksud dengan prinsip ofensif adalah prinsip menyerang sebagai bentuk pertahanan terbaik. Bila kita mengenal istilah defensif yang berarti bertahan maka ofensif adalah lagkah maju dari sebuah defensif yakni menyerang. Prinsip ini sangat dipahami baik di kalangan militer terutama para pemimpinnya. Di dalam organisasi umum, kita seringkali berpuas diri pada basis “pasar” yang stabil, menganggap bahwa bertahan adalah straegi jitu untuk memenangkan pasar. Akan tetapi menurut prinsip militer, sebagik-baik pertahanan adalah melakukan penyerangan, ini dapat diartikan sebagai bentuk ekspansi organisasi dalam arti yang lebih luas.

Prinsip Militer 3
Prinsip Massa. Yang dimaksud dengan prinsip massa adalah fokus pada kuantitas yang penuh dengan kualitas. Bagaimana seorang pemimpin melakukan pemusatan perhatian anggotanya pada satu aktivitas penting yang dinilai berharga bagi pencapaian organisasi. Pemusatan massa lebih tepat digunakan di dalam prinsip ini. Sehingga kekuatan lebih terarah pada satu isu penting dan aktual.  Ini juga dapat dipahami sebagai pemusatan energi organisasi untuk tujuan-tujuan penting dalam rangka menggapai kesuksesan organisasi.

Prinsip Militer 4
Prinsip Manuver. Prinsip ini berwujud sebagai gerakan yang cepat dan tangkas untuk menguasai pertahanan lawan, dilakukan tepat saat akan melakukan penyerangan yang sesungguhnya. Hal ini sangat aplikatif ketika sebuah organisasi melakukan ekspansi sehingga target dapat tercapai dengan cepat. Aapabila prinsip massa mengupayakan sebuah pemusatan energi pada titik tertentu maka manuver akan berarti sebagai kemampuan “move the attacking forces”, secara lihai memindahkan kekuatan-kekuatan massa pada berbagai titik yang dianggap strategis dalam penyerangan berikutnya.

Prinsip Militer 5
Prinsip Intelijen. Ada hal-hal yang boleh dibuka di depan publik namun ada hal-hal yang bersifat rahasia dari sebuah organisi. Silakan saja semua orang mengetahui visi dan misi organisai kita tetapi strategi-strategi penting dan rahasia sebaiknya tidak diinformasikan secara bebas. Prinsip intelijen adalah salah satu kekuatan organisasi militer yang perlu diadopsi oleh organisasi-organisasi umum. Jangan terlalu polos untuk berjuang, gunakanlah taktik dan strategi yang menjadi miliki sendiri. Lahir dari dalam dan alur-alur penunjuknya tidak dapat ditebak oleh siapapun juga kecuali oleh orang-orang yang terlibat di barisan inti saja. Demikian juga tentang pesaing, kita harus berusaha mengetahui karakter-karakter organisasi yang sejenis kita di luar sana, semua berpotensi menjadi benchmark yang memberikan nilai pembanding untuk bertahan dan meningkatkan prestasi internal kita.

Prinsip Militer 6
Prinsip Kerja sama. Nah, ini mungkin bukan hal yang istimewa bagi kita. Prinsip “gotong royong” ini sebenarnya telah melekat di dalam karakter anak negeri. Hanya saja, boleh jadi ia telah mulai luntur di dalam setiap aktivitas kehidupan organisasi kita saat ini. Tentang inim saya no comment lah… Di dalam dunia militer, semangat kerja sama diwujudkan dalam bentuk harmonisasi dan kooperasi efektif di dalam bertahan dan menyerang.

Prinsip Militer 7
Prinsip Satu Komando. Tidak boleh ada dua komandan di dalam satu organisasi. Harus ada satu orang yang menjadi manager penuh, sehingga arah gerak dapat terkendali. Di sini juga diingatkan tentang pentingnya keteguhan para anggota dalam memegang prinsip-prinsip kepatuhan kepada pemimpin. Satu komando juga diartikan kepada pemusatan arah pergerakan pada satu cita-cita sehingga lebih kokoh dan kuat menggapai tujuannya. Kematangan kepemimpinan pada semua level organisasi, dari level atas ke  level bawah.

Prinsip Militer 8
Prinsip Kesederhanaan. Yang dimaksud dengan kesederhanaan di sini adalah bagaimana menerjemahkan ‘bahasa’ dari sebuah cita-cita organisasi yang amat kompleks menjadi sederhana, sehingga setiap pelaku di dalam organisasi dengan mudah memahami dan menjalankannya. Kesederhanaan terwujudkan dalam bentuk kejelasan dari sebuah arahan yang tepat. Semua pihak yang terlibat di dalam aktivitas organisasi dengan amat mudah mereka memahaminya.

Prinsip Militer 9
Prinsip Kejutan. Di dalam dunia militer, prinsip kejutan diartikan sebagai upaya-upaya tertentu yang secara mendadak diketahui oleh lawan, tanpa adanya antisipasi dari pihak lawan. Prinsip ini berkaitan dengan manuver-manuver. Atau dengan kata lain bahwa setiap manuver yag dilakukan harus berupa kejutan-kejutan sehingga lawan tidak memiliki strategi tangkas untuk mengantisipasinya. Di dalam organisasi juga dibutuhkan hal-hal semacam ini. Kejutan-kejutan dari sebuah organisasi yang mampu menguatkan “branding” dan nilai jualnya di tengah publik. Kreativitas yang tinggi menjadi modal utama di dalam melaksanakan prinsip kejutan.

Prinsip Militer 10
Prinsip Keamanan. Kita juga harus mewaspadai kejutan-kejutan dari pihak lawan atau pesaing. Ini yang dinamakan prinsip keamanan. Adanya daftar antisipasi-antisipasi atas berbagai masalah yang berpotensi muncul di dalam organisasi. Semua upaya tidak akan selamanya berjalan mulus dan lancar, pasti akan ada masalah yang secara tiba-tiba muncul. Dengan pengetahuan seperti ini, kita akan lebih mudah mengantisipasi dan menerapkan solusi yang tepat.

Prinsip Militer 11
Prinsip Ekonomi. Prinsip ekonomi lebih diartikan kepada prinsip efisien dan efektif. Ibarat sebuah organisasi bisnis, kita harus mengoptimalkan segala sumber daya yang dimiliki dengan tingkat biaya yang minimalis. Di dalam kehidupan berorganisasi, kita sering mengenal istilah “low cost”. Pencapaian-pencapaian yang dilakukan tetap berprinsip pada hal ini. Untuk apa menghabiskan banyak butir peluru bila sasaran cuma satu saja, kita cukup mencari penembak jitu yang hanya membutuhkan satu atau dua peluru untuk menghabisinya.

Prinsip Militer 12
Prinsip Eksploitasi. Kita tidak boleh menang sekali saja dan sesudah itu tidak menang lagi. Jangan sampai kita pernah berjaya dan kemudian kejayaan tersebut hanya menjadi kenangan. Jadikan kemenangan sebagai pemancing kemenangan-kemenangan berikutnya. Satu kesuksesan harus digali secara serius untuk mengantarkan pada kesuksesan-kesuksesan berikutnya. Prinsip eksploitasi adalah prinsip yang mengutamakan pemanfaatan segala hal positif yang diperoleh dari sebuah kemenangan untuk memunculkan kemenangan-kemenangan berikutnya. Jangan berhenti pada satu pencapaian, lalu tersenyum, dan pada hari esok ternyata kita kalah kembali.

Demikian kedua belas prinsip iliter yag saya ketahui, semoga kita dapat mengaplikasikannya di dalam kehidupan sehari-hari terutama bila kita adalah seorang pengendali kebijakan organisasi dan atau seorang pemimpin organisasi. Selamat bermiliter! Hehe…

Tidak ada komentar: