---Catatan pendahuluan tentang ‘mesin’ TIK dan mesin tik---
Tidak dipungkiri lagi bahwa saat ini dimana-mana penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi andalan berbagai institusi pendidikan untuk meningkatkan prestasinya. Bahkan salah satu tolok ukur kehebatan institusi dapat dipandang dari sejauh mana ia telah mengintegrasikan TIK dalam sistem pendidikannya.
Untuk menjadi insitusi pendidikan kimia kelas dunia, area pembelajaran praktikum kimia juga menerapkan TIK. Tidak hanya sebagai media namun sekarang ini juga sudah ada istilah laboratorium virtual, ia terintegrasi ke dalam kurikulum.
Lalu bagaimana dengan praktikum tempoe doeloe? Hmmm, pasti semua mahasiswanya TBC alias TIDAK BISA COMPUTER. Mungkin bisa menggunakan kompueter hanya untuk keperluan harian tapi untuk keperluan akademik pasti tidak mampu, khususnya kemampuan TIK untuk keperluan pembelajaran kimia. Mahasiswa tempoe doeloe, penderita TBC, dipastikan bahwa selama mengikuti praktikum kimia di kampusnya hanya bergaul dengan mesin tik, bukan mesin TIK.
Kalaupun ada yang menggunakan mesin TIK,bertekad untuk berubah dengan tidak lagi memakai mesin tik, tetap saja ada kelemahan dan menemukan kegagalan. Mengapa? Karena kesalahan bukan pada pesawat televisi Anda, bukan juga pada gigi Anda. Ada kesalahan dalam desain dan pemodelan. Mungkin saja ada yg sudah beralih ke mesin TIK dan tidak lagi memakai mesin tik, namun masih memakai desain dan model pembelajaran praktikum konvensional, caranya masih cara lama, medianya saja yang agak keren. Itulah makanya mereka gagal dalam memakai TIK, lalu menyimpulkan bahwa pakai mesin TIK dan pakai mesin tik adalah sama saja.
Pengajar harusnya sadar bahwa menggunakan mesin TIK tidak sekadar migrasi media atau ‘tool system’ dari tik menuju TIK. Menggunakan mesin TIK harus didukung oleh desain dan model yang pas. Jika tidak pas maka apa target yang diinginkan tetap tidak tercapai.
CATATAN DI SELA-SELA PERKULIAHAN DESAIN INSTRUKSIONAL
Prof. Dr. M. Rusdi, M.Sc. dan Dr. Kamid, M.Si (PPs MPIPA - Universitas Jambi)
0 comments:
Poskan Komentar