Hayatuljamil fii Dzhilalilqur'an Hayatuljamil fii Dzhilalilqur'an Hayatuljamil fii Dzhilalilqur'an Hayatuljamil fii Dzhilalilqur'an Hayatuljamil fii Dzhilalilqur'an Hayatuljamil fii Dzhilalilqur'an
Bismillah. Seperti Apa Interaksi kita dengan Al-Qur’an Hari ini? Semoga Lebih Baik dari Kemarin

LPPPI Sinarmas Group Jambi

LPPPI Sinarmas Group Jambi
Sementara Biarlah Begini...

Kamis, 14 Mei 2009

Aku Putuskan : TERUS BERJUANG!

Mari, sama kita pendam dan ibaratkan ia sebagai yang tertanam, kelak akan tumbuh subur hingga menghasilkan buah yang manis dan segar. Tak sebaliknya!

Bukankah dunia adalah sandiwara, lalu mengapa harus tertipu dengan keseriusan yang melenakan? Bukankah ada tekad di awal waktu hingga kemuliaan terraih dan atau maut yang mulia menjemput...? Oh tidak, semuanya aku pasrahkan pada-Nya. Bila inilah kehendak-Nya, ikhlas adalah jawabannya : InsyaAllah.

Aku putuskan sebagaimana awalnya : “My Heart Belongs To Me”.



Aku putuskan sebagaimana awalnya : “My Heart Belongs To Me”. Maafkan bila ada tanda tanya yang menyertainya. Aku putuskan sesuai dengan apa yang terlihat, bukan kebetulan, namun jauh hari telah terpikirkan untuk sebuah agenda hidup yang satu ini. Ya, manusia boleh berpikir sebuah rencana, namun ada ‘modal’ yang perlu mengiringinya, dan kesabaran dan keuletan juga tak boleh lepas mengiringinya. Ada gerak yang menyempit di akhir waktu, hingga semua cita merebah mengundang kepasrahan, tabah, dan tentu terus berjuang.

Aku mencintai mereka, aku harus bisa karena mereka, aku harus berikan yang terbaik. Begitulah kata-kata yang terus teringat di sela-sela sedihnya mata batin. Aku pandangi wajah-wajah itu satu demi satu, tak kuasa aku tahan air mata, kadang kubawa dalam sujudku. Menyambung hidup bukanlah perkara mudah, ini adalah hal yang menentukan, diselingi dengan keputusan-keputusan yang tidak gampang, karena ini menyangkut masa depan. Aku putuskan, sembari memohon ridha-Nya, semoga inilah jalan terbaik bagiku. (Terpikirkan di Tebing Tinggi, Jambi, di sekitar pertengahan Mei 2009)


0 komentar:

HARAPAN GEMILANG!

“Insya Allah, masa depan yang gemilang itu, kejayaan yang pernah hilang di tangan kita, akan dapat kita kembalikan lagi. Dan saya berharap, Indonesia akan menjadi pemimpin kebangkitan ini” (Dr. Yusuf Al Qaradlawy, Masjid Al-Azhar Jakarta, 1999)