Entah apa yang kau sesalkan adikku. Kebingungan telah melanda hari-hari kita. Saat ini, aku tak bisa berbuat apa-apa selain berdoa dan menyempurnakan titik-titik ikhtiar. Aku tidak tahu, seperti apakah cerita ini di masa depan, akhirnya...
Entah apa yang kau sesalkan adikku. Padahal hidup ini bukanlah hidup yang abadi di sini. Entah kapan kita tidak bersama lagi, ini adalah kepastian, dan penantian itu lambat atu tidak pasti akan terjadi. Entah apa yang kau sesalkan adikku. Aku telah lama menunggu tanda-tanda baru, tentang suatu kisah yang pernah terekam dalam memoriku dan mungkin pasti juga dikau, adikku...
Hidup, ya, cerita hidup ini tak akan pernah berakhir, kecuali di negeri keanadian kelak.


0 komentar:
Poskan Komentar