Selasa, 21 Agustus 2007

Kapan Berkunjung Ke Wisma Lagi?

Kapan???

Suatu saat nanti ketika wisma telah menjadi hotel berbintang tujuh.

Sebuah kutipan yang telah digubah dari sebuah pembicaraan via sms..., lucu... menertawakan keadaan wisma yang apa adanya.

MANAJEMEN PRODUK KADERISASI

Inilah sepengetahuan kami bagaimana berpikir dan menggagas suatu "Manajemen 'Produk' Kaderisasi"


Saat ini pergerakan dakwah kampus di seantero tanah air sudah mewabah. Ibarat suatu penyakit sudah mendekati taraf kejadian luar biasa. Dan inilah yang menjadi tanda-tanda munculnya gerakan sensasional menuju perubahan, berharga, dan ber ‘daya’ tinggi dari komunitas muslim kelas menengah. Komunitas muslim kelas menengah di sini bukan berhubungan dengan taraf ekonomi melainkan didefenisikan sebagai komunitas muslim dari kalangan intelektual. Jika kita adalah pelaku, pejuang dakwah kamus, so pasti kita juga termasuk di dalam komunitas muslim kelas menengah. Gerakan dakwah kampus menandakan bahwa gerakan intelektual muslim akan lahir kembali menjadi faktor pencapai kejayaan Islam di negeri ini. Apapun nama gerakan dan tujuannya, selalu menuntut kualitas manajemen yang mantap. Berbicara manajemen, banyak orang mengatakan bahwa ini adalah seni. Seni mengelola segala sesuatu. Di lain pihak ada yang mengaitkan manajemen sebagai suatu strategi mencapai tujuan berdasar teknik-teknik pengelolaan tertentu. Terserahlah, apapun defenisinya yang penting kita mampu menangkap bahwa makna manajemen mengarah pada usaha-usaha untuk mencapai yang terbaik.


Bagi kita yang setiap harinya tersibukkan dengan perjuangan dakwah kampus, tentu manajemen sangat diperlukan untuk mencapai kualitas hasil yang optimal. Hal yang paling tak kalah pentingnya adalah bidang kaderisasi. Bidang ini sangat berhubungan dengan kualitas dan kuantitas kader-kader dakwah kampus. Salah satu program unggulan dari bidang ini adalah program daurahnya (pelatihan) yang sangat beraneka sifat dan jenjang serta tujuannya. Intinya adalah untuk penempaan kader dari segi kualitas maupun kuantitas.

Spesial buat para pelaku kaderisasi. Penulis lebih senang menyebut mereka sebagai regenerator. Karena kepada mereka diberikan tugas berat untuk mensukseskan proses regenerasi perjuangan dakwah kampus. Tugas-tugas tersebut terwujud dalam bentuk program-program daurah. Sebagi bentuk perhatian penulis kepada mereka (baca : regenerator), berikut ini dipersembahkan tulisan tentang manajemen perencanaan produk (program daurah unggul berkualitas). Suatu cara sederhana merencanakan program-program dakwah yang unggul (melebihi yang lain) dan berkualitas (baik kemasan maupun isinya).


Produk memenuhi standar 5 H + 1 H

Bukan merupakan hal yang asing lagi bagi kita tentang 5 W + 1 H. Tentu semuanya sudah mengetahui, yang dimaksud dengan 5 W adalah What (Apa), Why (Mengapa), Who (Siapa), Where (Dimana), dan When (Kapan). Sedangkan 1 H adalah How (Bagaimana). Merencanakan sebuah produk harus mampu menjawab terlebih dahulu 5 W + 1 H. Apa nama kemasan produk, mengapa harus ada produk, siapa yang terlibat dalam produk, dan seterusnya. Jawaban-jawaban tersebut akan menjadi data-data argumentatif tahap awal sebelum melahirkan produk.

Contoh yang sederhana, katakanlah kita ingin mengadakan daurah tentang manajemen kesekretariatan. Terlebih dahulu kita harus mampu menjawab standar 5 W + 1 H. Apa nama kemasan produknya? Daurah Manajemen Dakwah Fardiyah erpadu, Mengapa perlu/harus dilaksanakan? Karena kader sangat membutuhkan keterampilan mengelola suatu amal mendakwahi seseorang dengan menggunakan pendekatan personal, siapa yang terlibat? Kader dakwah dengan kualifikasi sbb :..., kapan dan dimana? Hari Jumat sampai ahad, tanggal, dan pukul sekian, di auditorium dan masjid kampus. Terakhir, standar 1 H jangan sampai terlupakan. Bagaimana perwujudan produk? Hal ini yang sangat sering diaabaikan. Jawaban atas pertanyaan 1 H merupakan detail tentang mekanisme pelaksanaan daurah tersebut di lapangan. Memang slit, dan inilah yang kita butuhkan untuk sukses di lapangan. Menjawab pertanyaan ini membutuhkan pemahaman teoritis dari para regenerator dan juga pengalaman asa lampau. Jadi, dibutuhkan tenaga regenerator terampil dalam menjawab pertanyaan 1 H.

Perlu juga diperhatikan, menjawab standar 5 W + 1 H tidak mudah begitu saja. Ada beberapa analisis yang dilakukan seperti analisis SWOT, analisis peluang waktu, dsb.



Produk hadir sebagai jawaban atas kebutuhan.

Selama ini banyak produk-produk kaderisasi yang sangat jauh dari apa yang dibutuhkan kader. Ketika ruhul istijabah kader (semangat menyambut panggilan) menurun, banyak para regenerator membuat sebuah produk kaderisasi berupa pertemuan kader sejagat. Spada pertemuan tersebut secara langsung kader divonis : “Oiy, ruhul istijabah antum sudah menurun! Kembalilah akhi ukhtiy...”. Lha, ini kan masalahnya. Kader dakwah tidak membutuhkan hal yang semacam itu. Lihat dulu mengapa ruhul istijabahnya menurun, pasti ada yang salah, apa yang kader butuhkan...? Buru-buru memvonis ruhul istijabah kader sudah menurun padahal belum tentu apakah sebelumnya kader tersebut ruhnya lebih tinggi. Dikatakan menurun apabila sebelumnya berada dari posisi ketinggian. Itu namanya menurun...

Solusinya apa? Sederhananya, sang regenerator harus menjawab pertanyaan, apa yang dibutuhkan kader saat itu? Sesuaikan dengan kebutuhan, harapan dan keinginan kader. Itulah yang harus dijawab oleh para regenerator. Nah, jawaban tersebut dikemas dalam bentuk produk (program daurah unggul berkualitas) untuk memahamkan kembali kader akan pentingnya menyambut panggilan dakwah...jadi, bukan vonis-vonis melulu...


Memiliki Kelebihan...

Kelebihan akan tercermin mulai dari kemasan hingga isinya. Boleh jadi sesuatu itu unggul tapi tidak berkualitas. Boleh juga sebaliknya. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan keduanya? Unggul berarti ada pembanding. Ada standar dan ada pula kompetitornya. Jika suatu program daurah memiliki predikat unggul maka terlebih dahulu sudah dilakukan perbandingan kualitasnya dengan program daurah dari ‘negeri lan’. Ini yang dimaksud dengan unggul. Dikatakan berkualitas apabila program daurah tersebut unggul dari program daurah di ‘negeri lain’ ditinjau dari :

- Wawasan teoritis yang disajikan

- Kemudahan dalam memahami dan pengaplikasikannya (praktis)

- Memiliki pesona (daya tarik) bagi kader untuk mengikuti program daurah tersebut

Beberapa unsur di dalam manajemen produk kaderisasi yang telah dipaparkan di atas hendaknya menjadi perhatian para pelaku kaderisasi dakwah kampus. Tulisan ini disusun bukanlah didasarkan atas keinginan penulis untuk menulis begitu saja tanpa argumentasi melainkan telah ditelaah berdasarkan pengalaman lapangan dan tentu saja berlandaskan manhaj yang syar’i. Demikianlah buah pemikiran kami tentang manajemen perencanaan produk (progam daurah unggul berkualitas). Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bish-shawab.

Aku Menulis Tentang Hidup...

Aku Menulis Tentang Hidup. Ternyata hidup itu indah... Ternyata hidup itu rumit... Ternyata hidup itu gemilang... Ternyata hidup itu bahagia... Ternyata hidup itu sengsara... Banyak pilihan, semuanya tergantung ikhtiar kita dan takdir dari Allah. Seluruh daya dan upaya hanyalah sebuah ikhtiar seiring dengan sunnatullah. Maka janganlah mundur sebelum berakhir dari kontes, mana tahu di akhir kontes ada kemenangan yang hakiki. Maka jangan menyesali segala keringat yang bercucur di masa lampau hanya karena secuil asap kecewa di akhir hari perjuangan, mana tahu ada sebuah jawaban atas asa yang terdahulu... Maka jangan berhenti bekerja sebelum semuanya berakhir tuntas dengan segala hasil yang bermakna.

Kenyataan hidup adalah misteri. Misteri yang menyimpan tebakan dan jawaban. Tiada seorang pun yang mampu mengungkap kecuali dengan bashirah. Ya, bashirah! Itulah mata hati yang jeli. Jeli melihat dan menyeruak ke jendela ke arah dunia luar. Itulah mata batin yang tak kenal dusta, tak kenal butiran noda. Itulah sejatinya naluri yang berpikirjelas dan logis. Pernahkan kita bertanya pada hidup. Atau sekedar bercanda tawa dengan hidup. Jika belum maka cobalah... Jangan pernah bertanya kemana kita harus berbuat dan bertanya. Tanyalah pada diri sendiri karena diri adalah penjelmaan bukti kehidupan itu sendiri.

Hidup kita adalah milik Allah maka kembalikan diri sesuai hak pemilik hidup. Kita hanya hiasan hidup, boleh dikatakan sebagai hardware semata dari hidup itu sendiri. alangkah lebih tepay bila kita paham bahwa sebenarnya kita adalah penyewa hidup. Terakhir dipesan bagi para penyewa hidup, semangatlah untuk hidup agar nyata hidup di hari esok lebih nyata indah dari kenyataan yang dahulu... Keep Spirit!

Sabtu, 18 Agustus 2007

Seharusnya Kita Semakin Paham

Kehidupan adalah sebuah misteri bagi yang jiwa yang belum menangkap misteri itu. Perjuangan adalah sebuah teka-teki pra kemenangan bila ihktiar dan tawakkal belum menjadi penghias bagi keduanya. Kita adalah generasi yang hidup. Bahkan juga sebagai pejuang yang tetap abadi. Hingga tidak ada lagi kata yang meniadakan bahwa kita bukanlah pejuang...

Dakwah ini, dakwah yang sedang diperjuangkan bukanlah dakwah dakwah asal-asalan. Dakwah kecil tak bernilai. Dakwah yang sedang mekar ini adalah sebuah ancaman bagi kehidupan raksasa kriminalitas akidah, penghancur manusia abda modern dan masa lau. Sebuah gangguan bagi musuh-musuh Allah dimanapun mereka berada. Dakwah ini adalah usikan bagi golongan-golongan taghut yang senantiasa sujud dan patuh kepada selain Allah. Mereka juga berusaha untuk mematikan cahaya dakwah namun Allah pun menambah kesempurnaan cahayanya sehingga mereka pun tambah terusik dan membenci dakwah...

Sebuah kisah sederhana tentang usikan ini adalah banyaknya usaha-usaha untuk mengaburkan makna dakwah, dakwah hanya ceramah di atas panggung, mimbar atau di depan publik. Dakwah tidak pernah diartikan melebihi dari defenisi kecil dan sempit itu. Ada kisah lain yang tak kalah hebohnya, tentang jihad. Jihad identik dengan kriminalitas super global, penghancur kedamaian dunia. Persepsi yang dibangun tentang jihad adalah persepsi penghancuran manusia tak seideologi tanpa kendali dan nilai moral alamiah. Produk Islam... Produk yang tidak memiliki kualitas. Produk yang apa adanya tidak inklusif...

Mengapa semua hal itu terjadi? Lahir begitu subur? Kesalahpahaman tentang hakikat Islam yang agung? Ini mungkin terletak pada kita. Kita, generasi pemilik Islam saat ini. Ataukah ini warisan pendahulu kita yang sudah sejak lama mengukir tabiat keislaman mereka di atas dunia. Entah, entah siapa yang harus kita salahkan, tapi saatnya kita harus bekerja untuk mengubah sedikit demi sedikit, menerangi umat manusia dengan ilmu Islam. Bahwa Islam bukanlah agama yang ditakuti. Bukanlah agama yang tidak tahu nilai toleransi.

Inilah seharusnya, kita! semakin radikal menggigit agama, semakin fanatik, semakin militan, dan seharusnya pula kita semakin toleran kepada siapapun, termasuk pada orang yang bukan beragama Islam... Tentu saja, dengan batas yang diatur oleh syari'at. Seharusnya, kita! semakin cinta dengan Allah dan Rasul, semakin kuat aqidah kita, dan semakin fundamental perilaku keberagamaan kita, maka sepatutnya kita semakin adil, semakin adil pada sesama, siapapun dia...

Keadilan, tak lupa pula kedamaian, adalah cita-cita kita bersama menuju sejahtera. Damai, bersih, suci, sejahtera, indah, selamat, dan segalam macam cita yang lain adalah produk ketaqwaaan yang hanya terwujud dengan adanya keadilan. Ingat, keadilan itu dekat dengan taqwa... Predikat taqwa adalah tujuan dari proses islamisasi.

Kehidupan adalah misteri, msiteri yang menghasilkan kejelasan apabila disertai dengan pemahaman tentang hakikatnya. Perjuangan adalah teka-teki... Semuanya dapat ditebak dengan ilmu... Begitu pula dengan dakwah ini, dakwah yang diperjuangkan oleh Rasul dan shahabat, dakwah yang indah untuk seluruh umat manusia. Bukan ancaman, bukan... Marilah berbenah, berbenah atas segala persepsi dunia tentang Islam yang kita perjuangkan. Mari membalut jihad dengan keharuman, seindah aroma mawar di tengah taman. Mari bergerak dalam dakwah yang suci, orisinil, dan terpadu... Penu pemahaman yang utuh. Kita tidak mengenal perpecahan, kedengkian, egoisme dan kebutaan toleransi. Seharusnya kita memahami hal itu, tidak sebaliknya, berdiam diri pada idealisme, statis tak dinamis.



Teriring salam dari admin : "Assalamu'alaikum ikhwatiy, bagaimana kondisi iman antum hari ini? Insya Allah, semoga meningkat dari hari kemarin..."

Rabu, 15 Agustus 2007

MENGENAL JURUSAN KIMIA FMIPA UNAND

Promosi...
O, Promosi... , ... O ...
O, Promosi... , ... O ...
Lebih tepatnya...MENGENAL JURUSAN KIMIA FMIPA UNAND

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Andalas Padang-Sumatera Barat
(Akreditasi : A)

Alamat : Kampus FMIPA UNAND Limau Manih Padang Sumatera Barat

- Jurusan dengan Bidang Keahlian :
1. Biokimia
2. Kimia Anorganik
3. Kimia Organik
4. Kimia Analitik
5. Kimia Fisika

- Jurusan dengan Profesor Kimia Terbanyak di Indonesia
Jurusan yang memiliki 11 Orang Profesor Kimia sbb :
1. Prof. Dr. H. Edison Munaf, M. Eng(Kimia Analitik - Jepang)
2. Prof. Dr. Hj. Rahmiana Zein, M. Sc (Kimia Analitik - Jepang)
3. Prof. Dr. Sumaryati Syukur, M. Sc (Biokimia - Belgia)
4. Prof. Dr. Abdi Dharma, M. Sc (Biokimia - USA)
5. Prof. Dr. Hamzar Suyani, M. Sc (Kimia Analitik - USA)
6. Prof. Dr. Theresia Sita Kusuma, M. Sc (Kimia Fisika - USA)
7. Prof. Dr. rer. nat. Emriadi, MS (Kimia Fisika - Jerman)
8. Prof. Dr. H. Novesar Jamarun, MS (Kimia Anorganik - Malaysia)
9. Prof. Dr. H. M. Sanusi Ibrahim, MS (Kimia Organik - Perancis)
10. Prof. Dr. Hazli Nurdin, M. Sc (Kimia Organik - Australia)
11. Prof. Dr. H. Yunazar Manjang, MS (Kimia Organik - ITB - Indonesia)

- Selain yang udah jadi Prof. Ada lagi Staf Pengajar bergelar doktor yang masih menunggu giliran jadi Prof. :
1. Dr. Syukri Arief, M. Eng (Kimia Anorganik - Jepang)
2. Dr. Safni, M. Eng (Kimia Analitik - Jepang)
3. Dr. Djaswir Darwis, MSDEA (Kimia Organik - Perancis) ..:Ketua Jurusan:..
4. Dr. Admin Alif (Kimia Fisika - Perancis)
5. Dr. Sukri Darajat (Kimia Anorganik - Jerman)
6. Dr. Hermansyah Azis (Kimia Fisika - Perancis)

+ Staf Pengajar bergelar Master dan Sarjana Kimia

- Ditambah dengan Staf Pengajar yang sedang menyelesaikan S-3 dan S-2, di dalam dan luar negeri..., antara lain (sepengetahuan saya) : Upita Septiani (Kuliah Doktor - Jepang), Rizal Fahmi (Kuliah Doktor- Malaysia), H. Zulhadjri (S-2 Jepang, Kuliah Doktor - ITB), Mai Efdi (Kuliah Doktor Jepang), dll (Banyak lagiiii....)

- Memiliki laboratorium yang memadai :
  • Lab Kimia Organik Bahan Alam (KOBA)
  • Lab Kimia Organik (KO)
  • Lab Kimia Organik Sintesis (KOS)
  • Lab Kimia Analitik
  • Lab Kimia Analisis Instrumen
  • Lab Kimia Analisis Terapan
  • Lab Komputasi/Radiokimia
  • Lab Elektrofotokimia
  • Lab Biokimia/Bioteknologi
  • Lab Kimia Lingkungan (KL)
  • Lab Kimia Fisika
  • Lab Kimia Anorganik/Material
Sekretaris Jurusan : Drs. Yeni Stiadi, MS (Kimia Fisika)
Koordinator Pendidikan : Drs. Hasnirwan, MS (K. Organik)

Oh ya... hampir lupa ..: Pembimbing Akademik jhd : Dra. Rahmayeni, MS (K. Anorganik) :..

Tadabbur : Indonesia Raya


MERDEKA!!!
Menyambut HUT RI Ke-62... Tadabbur yuk...

Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Disanalah aku berdiri
...


...
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
...

Sahabat, syair di atas kayaknya tidak asing lagi bagi kita...
Syair karangan pak WR Supratman, sang pahlawan Indonesia
Selama bertahun pula kita menyanyikan LAGU RI 1 itu...
dan di dalam waktu yang bertahun itu, kita di'doktrin'...
Hiduplah Indonesia Raya...
(Tiada masalah, sepakat!)

Tapi, sekarang ini saya mengajak kita semua mentadabburi, merenungi 2 kalimat terakhir yang sebagaimana terlihat di atas :
...
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
...

Serentak kita boleh sepakat, eh... rupanya pak WR Supratman sangat memahami tentang marhalah tarbiyah...
Pak WR Supratman sangat memahami bahwa menuju Indonesia Raya yang betul MERDEKA harus melalui tahapan. Secara sekilas urutan syair itu tak bermakna bagi insan yang tak menggunakan mata hatinya. Namun, saya berpikir bahwa kita mampu menangkap pesan pak WR Supratman...
Kira-kira beliau berpesan pada kita semua, "bung, kalo qta mo memerdekakan Indonesia, kita harus menggunakan fiqh prioritas...". Jiwa lebih utama dari badan, ruh lebih utama dari jasad, moral lebih utama dari fisik... So..., sangat mudah menuju Indonesia Raya yang merdeka : Benahi dulu jiwanya baru badannya...

Kenyataan :

Kenyataan menunjukkan bahwa kita lebih banyak 'durhaka' pada pak WR Supratman...
Kita lebih mementingkan badan Indonesia daripada jiwanya... Hanya sedikit yang peduli dengan gerakan memperbaharui jiwa Indonesia, hanya sedikit saja yang peduli pada masalah pendidikan moral...

Padahal dalam Al Qur'an (13:11) Allah berfirman :
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka mau mengubah apa-apa yang ada pada diri (amfus=jiwa) mereka sendiri"

Sahabat, saya yakin bahwa kita semua (seluruh pemuda Islam pejuang) dimanapun kita berada, yakin dan percaya bahwa jiwa adalah prioritas kita! Semuanya ada proporsinya... Sebagaimana triple are tarbiyah yang kita fahami : ruhiyah - > fikriyah - > Jasadiyah

Awal Sejarah Mungil ‘Qur’aniy’ Itu

Assalamu’alaikum ikhwatiy…

Bahagia dapat berjumpa dengan antum kembali. Hari ini agak terasa mendung, namun tidak semendung perasaan yang menggebu di dalam hati. Ada perasaan yang semangat sebening kristal air di bawah pancaran cahaya. Ada perasaan haru bercampur suka. Mengingat kebersamaan yang pernah terukir dahulu. Sedikit merenung meratapi segala keindahan… Kini, itu menjadi kenangan yang kelak akan diputar dalam layar nostalgia sejarah lama. Detik ini akan menjadi salah satu saksi akan kesendirian perjalanan selanjutnya, minimal terasakan olehku. Segala resah sepi jiwa seharusnya tak dipendam. Mari menuju lautan kedamaian perasaan. Agar hidup terjalani lebih indah dari yang berlalu. Agar terasakan indah, nikmat hidup sejati. Biarlah waktu yang akan mengiringi. Mengawasi dan menjadi saksi hidup sejati, yang abstrak.

Di ruangan ini, aku mengingat kembali apa yang harus dikenang yang layak untuk ditulis. Kutulis, kutulis, dan kutulis lagi. Ide cemerlang belum juga muncul di hadapan wajah pikirku, di area medan renungku. Oh, ternyata, sedikit ada bayangan, ada gambaran yang layak untuk ditumpahkan di atas layar ini. Bukan masalah dakwah kampus, bukan pula masalah kaderisasi yang terlalu amniy (katanya). Ini hanya goresan pribadi yang senantiasa terawasi oleh beribu mata pengamat, nanti. Aku hanya ingin menuang sesuatu… Tunggulah dan inilah…

Malam itu, di sebuah kamar di sebuah wisma yang lumayan sederhana. Dua sosok pemuda yang katanya sedang bersahabat berdiskusi ringan tentang qur’an. Mereka adalah mahasiswa sebuah universitas negeri di Indonesia. Rupanya, pembicaran ringan malam itu berisikan tentang suatu awal sejarah persahabatan qur’aniy. Ya! Sejarah, minimal bagi mereka. Memikirkan kelanjutan cita-cita yang telah beribu hari terpendam! Cita-cita untuuk belajar Al Quran dari seorang guru. Belajar untuk menemukan motivasi interaksi dengannya. Belajar menghafal, mentadabburi dan sebagainya. Harapan!

Itulah sebuah harapan awal untuk berubah. Itulah ide yang mengantar reformasi kapabilitas bagi kedua diri itu. Memang, selama beberapa bulan sebelumnya, keduanya sudah lama belajar mandiri, kadang berpasangan, dalam memasukkan satu demi satu ayat qur’an ke dalam dada. Tapi terasa belum optimal. Dan inilah saat yang tepat untuk optimalisasinya. Langsung saja sebuah telepon genggam diraih oleh salah seorang dari keduanya dan menelepon salah seorang ustadz hafidzhulqur’an yang dituju. Lucunya, sebelum ustadz dihubungi, mereka berdebat serius tapi santai, siapa yang akan bicara langsung. Bukan masalah pulsa yang sedikit, bukan pula keberanian yang minim, tapi mungkin ada perasaan haru menakut yang berbisik, terjemahan segan… dan akhirnya, salah seorang dari mereka bersedia untuk bicara langsung pada sang ustadz. “Assalamu’alaikum ustadz, … (dst…)”. Singkat cerita, kesimpulan dari pembicaraan dengan ustadz saat itu adalah adanya pertemuan rutin mingguan dengan ustadz hafidzh. Wah, betapa asyiknya bisa bertemu secara rutin dengan ustadz hafidz tiap minggu untuk upgrading ilmu qur’an, upgrading hafalan, dsb… Pertemuan itu pun tak hanya dihadiri oleh kedua sahabat itu, ada tiga orang sahabat mereka yang memiliki komitmen yang sama untuk menambah ilmu. Terbentuklah kelompok yang mereka istilahkan halaqah qur’an sistem ‘semihalaqah’.Tentu, ada metoda yang telah mereka rancang sendiri di dalamnya.

Hari yang terus berganti, tidak terasa telah berbulan dan bertahun. Tarbiyah qur’aniy yang dilakukan secara berkelompok itu kadang mengukir kenangan suka dan duka. Ada sejuta keindahan menuntut ilmu yang dihiasi dengan beribu nilai persahabatan. Ada proses yang berarti di sana sehingga tidak sedikitpun ingatan batin melupakannya. Ikhwatiy, uhibbukum fillah minaddun-ya ilaljannah…

(Mengenang kisah kebersamaan yang pernah terukir dalam sebuah kelompok semihalaqah mandiri…, sahabatku… semoga cita kita tercapai walaupun tidak semudah yang kita impikan dahulu. Allah pasti memudahkan hamba-Nya yang berikhtiar dengan iringan ikhlas…)

Minggu, 12 Agustus 2007

Tarbiyah Umat "Tentang Kaderisasi"

Kepada para sahabat yang selalu mencemaskan tentang webblog ini.
Kepada mereka yang selalu menginginkan yang terbaik bagi masa depan dakwah...
Inilah sedikit persembahan ana tentang beberapa hal yang menjadi keraguan antum semua...
Inilah respon (insya Allah berniat baik dan positif), sesuai dengan "kadar pemahaman" dan "isi pemikiran" yang ana dapatkan, (maaf) tidak melalui belajar sehari, pelatihan sesaat atau buku yang isi selembar. Mudah-mudahan tiada seorang pun dari antum yang mengecap ana sebagai makhluk yang sombong, na'udzubilah...

Ikhwatifillah, informasi-informasi tentang kaderisasi bukanlah hal yang harus ditutup-tutupi pada era dakwah yang semakin terbuka ini. Ana berpikir bahwa saatnya kaderisasi dakwah kita dikenal sebagai kaderisasi dakwah yang terbuka. Orientasinya jelas, mengkader umat untuk menjadi pejuang umat dan agama Islam itu sendiri.

Sahabat yang budiman...
Cobalah sejenak memperhatikan website-website wajihah dakwah di sana, mereka malah memposting sistem, alur, jenjang, dan mekanisme pencapaian marhalah kaderisasi. Tidak tanggung-tanggung mereka juga mempublikasikan seluruh TIK (Tujuan Instruksional Khusus) dari setiap bahasan kurikulum kaderisasi dakwah kita. YANG SELAMA INI KITA ANGGAP TABU untuk dipublikasikan...

Hanya saja..., ada beberapa hal kata kunci yang harus kita pegang dan sembunyikan, seperti keterkaitan sistem yang satu dengan sistem yang lain, mekanisme pembuatan konsep inti, (dll). Memang benar, tidak semua boleh dibuka. Antum memandang webblog ini (mungkin) hanya penilaian dengan kacamata sempit, menyatakan bahwa ini sudah terlalu nekat 'buka-bukaan' tentang kaderisasi. Sekali lagi ana tegaskan tidak ada masalah dengan syarat ada pembatasan...

Semua isi tulisan ana tentang kaderisasi adalah wujud andil ana terhadap dakwah, walaupun sangat, sangat minim bagi persepsi banyak orang. Tapi ana berpikir bahwa itu lebih baik daripada ana tidak berbuat sama sekali, apalagi jika ana hanya menjadi tukang komentar, yang menyakitkan dan menambah keresahan pembaca webblog. Tujuan webblog ini adalah untuk mencerdaskan umat akan seluruh orientasi pergerakan kita. Jangan sampai terjadi seperti yang di 'negeri sana' yang sedang dilanda ketidakmenangan dalam agenda jihad siyasiy mereka.

Sepertinya banyak yang 'takut' dan masih khawatir tentang arah gerak kita. Kata mereka, "kami takut, pergerakan 'orang-orang' itu tidak terbuka, jangan-jangan teroris, menghancurkan umat. PADAHAL, wahai ikhwan yang budiman... Kita tidak pernah berniat seperti apa yang mereka pahami tentang kita. Kita hanya ingin mengkader umat menjadi muslim pejuang umat dan agama... bukan terorisme. BUKAN!!!

Inilah yang akan kita beritahukan pada umat. Materi pengkaderan umat jangan disembunyikan. Tugas kita adalah memberitahu dunia bahwa kita berorientasi mengkader umat, bukan teroris yang tak jelas arahan kerjanya serta menggetarkan jiwa-jiwa yang tenang tak berdosa...

Jadi, apa salahnya kita harus berbagi tentang kaderisasi demi menambah pemahaman kita tentang kaderisasi itu sendiri. Apa yang ada di webblog ini, yang membahas tentang kaderisasi, biasa aja deh... (Bahkan pernah ana tanyakan pada bang Hasdi, Ketua PUSKOMNAS 2005-2007, seperti yang ana tangkap dari arahan dan responnya, beliau tidak terlalu mempermasalahkan tentang kaderisasi). Selain itu, lihatlah webblog2 ikhwan di seantero Nusantara, sudah sangat terbuka... Terbuka sekali!

Kembali 'Bergerak' di Tanah Sumatera

Ahad, 12 AGUSTUS 2007

SAHABAT SETIA...

Inilah hari pertama ana berada di dunia maya setelah kembali ke Padang. Allahu akbar wa lillahilhamd...

Jumat, 10 Agustus, 18.10, pesawat Batavia Air (Jakarta-Padang) mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Sumatera Barat. Itulah detik, menit, di saat kaki jhd kembali terinjakkan di tanah Sumatera. Oh, alangkah indahnya dunia Sumatera, tidak kalah canggih dengan tanah Jawa. Sebuah kebanggan tersendiri di hati jhd adalah predikat yang disandang kota Padang, KOTA PERAIH PIALA ADIPURA, kota terbersih!!! Selamat tinggal kota Jakarta (maaf) kota macet, (maaf sekali lagi) kota jorok... Ana berdoa semoga dengan naiknya pak Foke menjadi Gubernur 2007-2012, Jakarta bisa lebih baik lagi dari sekarang. Tentu saja dengan perhatian dari Bang Adang, gubernur yang 'belum berhasil' di PILKADA 'kemarin'...

Ada hal lain yang membanggakan lagi. Setelah pesawat mendarat ana langsung menuju pintu keluar terminal BIM, terlihat ustadz Muhammad Amin (Alhafidzh) berdiri tak jauh di dekat pintunya. Ana langsung menyapa beliau "Assalamu'alaikum ustadz", beliau langsung menjawab salam ana diikuti dengan senyuman sang ahlulqur'an... Setelah ana tanya, beliau sedang menjemput ikhwan yang datang dari Jakarta sore itu. "Allahu akbar" teriakan kecil jhd dalam hati, ternyata orang yang ana salami untuk pertama kali di tanah sumatera (ba'da KPST dari Tangerang) adalah sang hafidzh... Sedikit luar biasa, seraya berharap di kalbu : "Semoga kita bisa mengikuti prestasi beliau, sang hafidzh...".

Hahhhhhhhhhhhh...
Pagi ini sekitar pukul 9 ana mempublikasikan tulisan ini. Di sebuah warnet yang terletak di pinggiran jalan Adinegoro Padang, tepat di sekitar Swalayan Adonegoro. Warnet ini tidak terlalu jauh dari Komplek Perumahan Cendana Lubuk Buaya, tempat jhd tinggal.

Alkisah, tadi malam sekitar pukul 20 ana menuju Masjid Nurul Iman dan sebelumnya menjemput adinda Rafie di rumahnya, di Ulak Karang. Tujuan kami di masjid itu tiada lain adalah menuju arena MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) yang diselenggarakan oleh salah satu partai kebanggaan para intelektual negeri ini, para akademis, para praktisi, dan sebagian besar golongan kelas menengah ke atas negeri ini... Tidak salah lagi, partai itu adalah... Partai yang tidak diragukan komitmen keislamannya, )TERBUKTI(.

MABIT tersebut diselenggarakan di Masjid Nurul Iman, masjid kebanggaan Sumatera Barat yang baru selesai diresmikan ba'da renovasi yang berlarut-larut... Inilah masjid yang menyatukan seluruh gerak ruhiy kader dakwah di Kota ini, Padang kota tercinta. Sejarah nan tak begitu lama telah berlalu mengatakan, masjid inilah yang telah banyak menjadi saksi bisu bertemunya para kader untuk meng-install ulang keimanan dan ketaqwaannya.
Ada beberapa hal penting yang istimewa di malam (MABIT) ini yang telah jhd dapatkan, antara lain :
- Bertemu dengan ikhwan setelah sekian lama tidak bertemu gara2 KPST (Kuliah Praktek Sains dan Teknologi), bercanda dan berbagi ceria serta aroma spiritual du'at, dsb
- Mendengarkan taujih rabbaniy surah Al-Fath (2 halaman pertama)
- Menyimak Taujih dari Ustadz ???, tadabbur surah 25 : 63, 64, dan 65 (TOLONG BUKA AL-QUR'AN ANTUM). Tentang karakteristik 'ibadurrahman..., sekaligus persiapan menghadapi bulan Ramadhan yang sebentar lagi...
- Qiyamullail bersama saudara2 ana yang shalih, di seantero kota Padang yang tercinta.
- dan masih banyak lagi hal yang istimewa...

Kembali...
Pagi ini, setelah kembali dari Masjid Nurul Iman, ana menuju warnet..., dan inilah detik-detik di saat jhd sedang menulis. Yah, inilah detik-detik itu... Kepada para sahabat setia pembaca webblog ini. Selamat mengisi hari-hari berikut dengan keindahan bertaqwa dan menyelami sejuta muwashshafat 'ibadurrahman... See U next time.

Kamis, 09 Agustus 2007

Inilah Ketidakadilan Itu

Meskipun kali ini kita tak mampu meraih cita, marilah berprasangka baik pada Allah. Menurut perhitungan sementara, Bang Adang yang selama ini penulis (jhd) favoritkan untuk menjadi Gubernur DKI JAKARTA akhirnya menuai 'ketidakmenangan' dalam PILKADA DKI JAKARTA.... Penulis sangat sedih... Tapi insya Allah, semua ada hikmahnya.

"PKS itu hebat.. isinya orang-orang muda dengan idealisme dan kepekaan sosial yang tinggi, saya yakin mereka akan jadi partai besar dikemudian hari" (Klik di sini). Demikian Bang Adang berkata setelah memperkirakan ketidakmenangan kita dalam PILKADA DKI JAKARTA.

1 PKS melawan 20 Partai lain, aduh... kagak malu main keroyokan, mirip anak kecil tau gak...!?
Benar-benar tidak adil... Oh cermin Demokrasi Indonesia Raya...

8 Keistimewaan Kaderisasi 07/08

Inilah Tulisan Kami Tentang Kaderisasi 07/08

Tulisan ini bukan untuk berbangga atau sekedar pelepas nafsu untuk membeberkan tentang kaderisasi. Naudzubillah... Tulisan ini hanya untuk menguatkan saudara-saudaraku yang tercinta di jalan Allah, agar mereka lebih percaya diri untuk beramal sesuai dengan amanah yang dibebankan pada mereka. Selain itu, kami yakin bahwa dengan adanya tulisan ini, tidak ada lagi yang berkata bahwa 'kami ragu dengan kinerja kaderisasi tahun ini, karena 95 % komposisi departemen ini adalah wajah baru'. Semoga tidak ada lagi keraguan yang semacam itu dengan hadirnya tulisan ini. Karena kami yakin bahwa kaderisasi 07/08 tahun ini adalah istimewa.

Tulisan ini sekaligus juga, dan boleh jadi akan menambah deretan literatur tentang kaderisasi yang ideal seperti halnya Dep. Kaderisasi FSI FMIPA saat ini. Ideal! kata itulah yang kami pikirkan sebagai predikat yang pantas disandang oleh pengurus tahun ini. Semoga mereka mampu melahirkan karya terbaik bagi masa depan dakwah rohis mipa nasional, khususnya FMIPA UNAND.

Tulisan ini di-sangat-spesialkan untuk para sahabat di wajihah kaderisasi khususnya FSI FMIPA UNAND periode 2007/2008. Ini adalah sebuah persembahan yang terbaik dari kami. Kami adalah salah seorang yang pernah berada di departemen ini, telah sadar bahwa apa yang pernah kami lakukan untuk kaderisasi tidak bernilai apa-apa kecuali dengan keikhlasan hati kami masing-masing. Dan itupun adalah suatu yang abstrak, manusia seperti kita tidak mampu mengukur dan menebaknya. Oh ya, perlu kami tegaskan sekali lagi bahwa tulisan ini insya Allah menguatkan kita semua...

Baiklah, izinkanlah kami memulai menuliskan satu persatu tentang keistimewaan kaderisasi 07/08. Kami tahu bahwa antum semua sudah banyak yang tidak sabar ingin membca lebih lanjut uraian kami di bawah ini. Inilah keistimewaan2 yang kami tahu tentang kaderisasi 07/08 (tahun ini). Mohon maaf jika kami sedikit membandingkannya dengan kapengurusan sebelumnya.

1. Perangkat Departemen
Kaderisasi 07/08 memiliki perangkat departemen yang jelas. Ini tidak dimiliki oleh pengurus kaderisasi sebelumnya. Tahun ini, perangkat kaderisasi terdiri atas : Ketua Departemen, Sekretaris Departemen (Wakil Ketua Departemen), Koordinator Akhwat Departemen (KorwatDep), Bendahara Departemen, dan staf departemen. Semua jobdescription masing-masing perangkat sudah jelas... Mereka memiliki tugas masing-masing. Itulah keistimewaan tahun ini

2. Komposisi kepengurusan
Kaderisasi 07/08 diisi oleh ikhwan dan akhwat dari berbagai jurusan yang ada di fakultas, yakni 5 jurusan. hal ini akan sangat memudahkan dalam berinteraksi dengan kader. Berbeda dengan tahun lalu, tidak ada perwakilan dari jurusan fisika. Alhamdulillah tahun ini lengkap.

3. Komitmen Terhadap Amanah
Setelah kami perhatikan beberapa bulan terakhir, semua pengurus kaderisasi memiliki semangat yang tinggi. Kehadiran 100 % pada saat rapat dan agenda penting lainnya yang berhubungan dengan kaderisasi. Ketidakhadiran? sejauh yang kami tahu selama ini bahwa ketidakhadiran dalam agenda-agenda tertentu hanya disebabkan oleh alasan logis, syar'iy dan manhajiy... Kesimpulannya bahwa mereka (pengurus departemen) memiliki komitmen yang tinggi terhadap amanah kaderisasi. Karena mereka juga telah memahami bahwa kaderisasi adalah jantung dari sebuah lembaga dakwah. (Sebagaimana akh Rahmat (Ketum) menggambarkannya dalam buku manual yang disusunnya...)

4. Track Record, Pengalaman, Background
Pengurus tahun ini adalah kader pilihan di fakultas mipa unand. Hal ini bukan berarti meremehkan departemen lain, sama sekali tidak! Namun, mereka yang berada di kaderisasi 07/08 adalah kader-kader terpilih yang diyakini mampu beramal di bidang kaderisasi selama (minimal) 1 tahun ke depan. Mereka memiliki latar belakang yang 'cantik' tentang kaderisasi. Bahkan latar belakang pengurus bervariasi, ada dari siyasiy, ilmiy, dan da'awiy... atau yang mendekati dari salah satunya. Ada yang berasal dari Tim RAI Fakultas MIPA (konon katanya, wajihah ini juga berhubungan dengan kaderisasi mahasiswa muslim mipa). Memang, ada 3 ikhwan (angkatan 2006, termuda) yang dianggap masih hijau tentang kaderisasi. Akan tetapi kami menganggap bahwa mereka ini sebenarnya memiliki kapasitas yang sesuai untuk kaderisasi. Mereka adalah pembelajar terbaik sejauh yang kami pahami dan amati selama ini.

5. Daerah Asal
Point yang satu ini mungkin tidak terlalu penting bagi sebagian orang. Namun kami memandang bahwa daerah asal akan menentukan tingkat dinamika kepengurusan ke depan. Daerah asal yang bervariasi merupakan suatu modal untuk berpikir dan bertindak kreatif dalam setiap problema. Semakin bervariasinya daerah asal maka itu berarti bahwa pemikiran yang akan masuk untuk kepentingan kaderisasi akan semakin berpeluang global. Perlu diingat, kaderisasi menuntut kemampuan berinteraksi dan berpikir global karena sasaran kaderisasi harus global, menyeluruh, seluruh bagian penting dari ummat! Dan kami pikir, komposisi pengurus tahun ini telah menjawab tuntutan itu. Pengurus kaderisasi 07/08 berasal dari banyak daerah asal : Sumut, Sumbar, Bengkulu, Jambi, jakarta, dll.

6. Up Grading
Kami yakin bahwa pengurus kaderisasi 07/08 telah ter-up grade dengan baik. Materi tentang sistem kaderisasi FMIPA UNAND sedikit banyaknya telah mulai mereka pahami satu persatu. Seperti halnya tentang alur dan jenjang peng-kaderan ADK (Aktifis Dakwah Kampus) FMIPA UNAND, Kurikulum Kaderisasi, Sistem Dakwah Fardiyah Terpadu (walaupun belum rampung...), dan Arahan Kerja Kaderisasi Tahunan (berkala) sebagaimana tertuang dalam rencana strategis dakwah kita. Inilah keistimewaan mereka, minimal beberapa orang telah mampu memahami tentang sistem kaderisasi FMIPA UNAND yang kami sebutkan tadi. Karena kami tahu mereka telah banyak belajar mandiri, bertanya pada senior, dan sebagainya. Singkatnya, mereka lahir di kaderisasi tidak tanpa up grading.

7. Program Kerja yang Bermutu
Melihat hasil rapat perencanaan program kerja yang telah mereka (pengurus kaderisasi 07/08) susun untuk satu tahun ke depan, ada sebuah keyakinan yang mendalam bahwa program mereka akan sukses. kalaupun tidak sukses, mereka tidak akan percaya bahwa itu adalah kegagalan. Mereka selalu beranggapan bahwa itu hanyalah kesuksesasan yang tertunda. Kami telah meneliti satu persatu rincian program kerja mereka, wah! seperti inilah yang kita inginkan. Semuanya terencana dengan matang. Mungkin karena pengurus kaderisasi tahun ini telah memahami bahwa perencanaan adalah 50 % kesuksesan.

8. Faktor Personal
Setelah kami perhatikan dengan seksama bahwa kaderisasi 07/08 dipimpin oleh ikhwan yang sedang berkobar dalam hal semangat, memukau dalam pemahaman, dan cemerlang dalam tindakan. Beberapa yang sempat tertulis di sini adalah :
- Akhuna Iwan Apriono (Fisika 05), Ketua Departemen Kaderisasi 07/08. Saudara kita yang terlihat sederhana namun pemikiran-pemikirannya tentang kaderisasi boleh dikatakan, OK lah....
- Medi Prasetia (Math 05), wakil Ketua Departemen Kaderisasi 07/08. Saudara kita yang selalu semangat. Pengalaman beliau juga tidak diragukan. Sepengetahuan kami, akhuna Medi Prasetia telah banyak agenda kaderisasi yang turut disukseskannya sebelum diamanahkan menjadi pengurus. Sangat banyak!
- Selain beberapa ikhwan di atas, kami juga tahu bahwa kaderisasi FSI FMIPA UNAND tidak akan terlepas dari tanggungjawab, arahan, dan bimbingan ketua umum FSI FMIPA UNAND, al akh Rahmat Firdaus. Akhuna Rahmat Firdaus sahabat qur'an kami, sejauh yang kami ketahui selama kami berjuang dan berinteraksi, beliau adalah seorang kader yang memiliki kapasitas ganda dan kapabilitas multiple. Kapasitas beliau terhadap masalah syiar dan kaderisasi tidak diragukan lagi. Dua hal yang terkadang sangat membutuhkan spesialisasi. Namun dengan saudara kita yang satu ini, keduanya klop, OK lah...


Terakhir, kepada seluruh pembaca tulisan ini : "kami sadar bahwa kami adalah manusia biasa, tidak terlalu banyak tahu tentang hakikat segala hal...". Walaupun demikian, berjuta harapan di dada kami kiranya tulisan ini bermanfaat.... Itulah hasil pemikiran, pengamatan, dan analisis kami tentang keistimewaan kaderisasi 07/08. Di luar kemampuan kami menuliskan, ternyata ada beribu keistimewaan lain yang mereka miliki. Jika kemampuan serasa ada lagi maka hanya 8 butir yang sanggup tergores.

Barakallhu fiina ajma'in, Allahu a'lam.




Selasa, 07 Agustus 2007

PR Wisma Kita

Sahabat dakwah yang shalih, ana sekarang sedang di Jakarta, tepatnya diKelurahan Sunter Jakarta Pusat. Insya Allah dalam minggu ini, ana terbang kembali ke padang kota tercinta. Tanpa terasa detik telah berlalu, ana masih berada di sebuah warung internet tak jauh dari perumahan tempat tinggal keluarga Om dan Tante ana. Sembari mengetik tulisan tentang manajemen Temu Kader Kaderisasi (Tulisan sebelum ini), muncul sms dari nomor tak dikenal berinisial X (nama dirahasiakan), isinya sebagai berikut :

07-Aug-07 13:23
From : +6285274XXXXXX
As.af1 ana X dr UNP.keponakan ana lulus SPMB DI TEKNIK ELEKTRO unand.ad g' wsm ikhwah teknik.tlg infonya.tau berap no yg bs dihubungi.n wsmnya dimana?syukrn.

Segera setelah menerima sms tersebut, ada perasaan bahagia, insya Allah ada "calon kader dakwah" yang akan kuliah di unand. Perasaan bahagia itu diikuti dengan ketidakberdayaan ana sebab ana sedang tidak berada di Padang. Ingin sekali ana membantu secara dekat dan nyata. Sebagai wujud ikhtiar, ana langsung membalas sms tersebut sbb :

W3.afwn ana sdng di Jakarta,. Insy wisma tbuka u/ adik2 baru. Akh ... (+62813633XXXXX) atau akh ... ketua FSI (+62813745XXXXX)

Sahabat, ana bukan warga teknik elektro, nomor ponsel ana juga bukan yang terlalu terkenal (pengirim smsnya dari UNP lagi...) tapi entah kenapa ana yang dihubungi untuk problema wisma. Aneh, heran, dan perasaan berpenuh tanya. Mungkin ini takdir Allah. kalau dihitung-itung sih, amal khidamiy oiy...
Mari meninggalkan keanehan itu, karena itu tidak terlalu penting. Mari kita perhatikan sejenak kalimat balasan ana terhadap sms di atas, wabilkhusus kalimat ...Insy wisma tbuka u/adik2 baru... Inilah yang ana masukkan sebagai satu bahan pembicaraan di dalam tulisan ini.

PR (Pekerjaan Rutin) untuk Wisma adalah pekerjaan rutin yang dilaksanakan minimal sekali setiap tahun atau tiap semester. PR ini adalah adanya upaya perluasan lahan wisma dan perbanyakan warga. PR ini semacam ekstensifikasi lahan. Perluasan wisma secara linear berhubungan dengan perbanyakan warga atau peningkatan kuantitas penghuni wisma. Dengan bertambahnya anggota wisma yang baru maka dengan sendirinya wisma harus memperbantyak dirinya. Proses ini harus benar-benar mendapat perhatian dari seluruh kader dakwah demi suksesnya capaian target kaderisasi kita tahun ini.

Proses penyuksesan tergantung pada kesiapan pihak pengelola wisma dan struktural yang terlibat di dalam wisma itu sendiri. Hendaknya setiap ADK juga terlibat dalam memantau dan menyukseskan PR tersebut karena PR tersebut adalah pekerjaan utama bagi wisma sebagai wasilah kaderisasi, di samping adanya upaya lain seperti peningkatan kualitas wisma dan warganya.

Sahabat, mungkin bagi sebagian kita PR untuk wima adalah hal sepele. Namun pada hakikatnya wisma adalah wasilah kaderisasi yang sangat potensial untuk melahirkan kader-kader dakwah pilihan, tsiqah dan berkarakteristik (afwan, terkecuali ana...he...he..., 'coz sering ingkar ta'limat).

Dalam pekan ini, ratusan ribu pemuda muslim memasuki kampus baru. Bila daerah asal mereka sangat jauh dari kawasan kampus, tentu mereka sangat membutuhkan informasi tentang tempat tinggal yang kondusif untuk belajar dan beribadah, menjanjikan bagi masa depan mereka. Di sinilah kita berperan (amal pelayanan), kita harus percaya diri bahwa mereka membutuhkan kita. Tawarkan wisma pada mereka, eksplor nilai-nilai positif wisma di hadapan mereka (semacam sales promotion ikhwan/at wisma). Mengapa perlu? karena dengan masuknya mereka ke wisma maka itu berarti bahwa kader-kader dakwah pilihan telah di ambang pintu. Yakinkan pada "calon warga wisma" dan ortunya bahwa wisma itu OK punya, terbukti dan teruji kualitas dalam mendidik..., kondusif untuk belajar dan beribadah, dan segala macam nilai positif wisma. Ana yakin, ampuh!!!

Selamat berjuang saudaraku, sahabatku terspesial : 'Pekerja' di Departemen Kaderisasi FSI FMIPA UNAND, Badan Pengelola Wisma FMIPA UNAND, dan wajihah-wajihah lain yang berorientasi pada kaderisasi...


MANAJEMEN TEKAD KADERISASI

Di dalam tulisan ini, Tekad, bukanlah sebagaimana anggapan kita sebelumnya. Tekad yang akan dibahas dalam tulisan ini tidak berhubungan dengan kondisi jiwa, sikap pendirian, dan sebagainya. Tekad yang dimaksudkan disini hanyalah singkatan dari Temu Kader.

Tekad bukanlah asal bertemu saja, melainkan Tekad merupakan salah satu program kaderisasi yang bertujuan untuk meningkatkan ukhuwah antara sesama kader dakwah, menambah wawasan keislaman mereka, memperbaharui semangat yang terasakan mulai menurun, menyamakan persepsi kader dakwah tentang suatu isu atau opini, dan segala macam yang lainnya yang berhubungan dengan pertemuan para aktifis. Saat-saat Tekad adalah saat-saat yang dinanti-nantikan oleh beberapa kader. Karena di sini mereka dapat berjumpa dengan ikhwan/akhwat, saling bertukar informasi, berbagi pengalaman dakwah, serta mengobati rasa rindu setelah berjuang selama beberapa waktu yang lama di medan dakwah. Di dalam agenda Tekad kita dapat meraih ketenangan di sela-sela kesibukan sebagai kader dakwah. Singkat cerita, Tekad adalah program yang dinanti-nantikan kader dakwah (nb : kader dakwah yang memahami urgensi dan keutamaan Tekad).

Bila kita pernah termasuk sebagai salah sseorang panitia penyelenggara Tekad, tentu sangat banyak pengalaman seru yang bisa dibagi di sini. Banyak suka duka yang kita rasakan, tentu! Karena agenda Tekad adalah agenda yang melibatkan seluruh kader, dan ini sangat penuh tantangan. Totalitas kehadiran adalah orientasi agenda ini, substansi bernilai adalah inti agenda ini, dan semangat dan persepsi yang satu serta berkobar adalah produk finalnya. Itulah prinsip yang dipegang. Suka yang dirasakan adalah kesuksesan acara sesuai perencanaan, sementara duka, juga sering menghiasinya… (Lho emang ada apa???)

Sebuah fenomena yang sangat ironis adalah bila agenda Tekad yang sudah dipersiapkan berbulan-bulan oleh pihak penyelenggara berakhir dengan jumlah kehadiran yang mengundang cucuran air mata. Jumlah kader yang hadir dapat dihitung dengan jari. Aduh, sangat mengecewakan bila hal seperti ini yang terjadi. Beberapa alasan nyata dan logis pun datang dari kader, “afwan akh, ukht, ana gak bisa menghadiri acara Tekad, karena ini dan itu”…Perasaan panitia Tekad saat itu juga teriris, diikuti dengan istighfar dan ta’awudz…

Berikut ini kita akan mengkaji bagaimana manajemen Tekad ditinjau dari alasan logis ketidakhadiran yang sering muncul. Mungkin inilah cara mengelola permasalahan tentang kehadiran yang minim itu :

- Bentrok Jadwal. Adanya dua kegiatan dua atau lebih pada waktu yang sama. Bentrok agenda Tekad dengan agenda lain yang dirasa lebih urgen misal'e liqo'at, agenda yang tidak bisa ditinggalkan..., atau agenda lain yang tidak bisa berjalan tanpa sang kader, dll. Waktu untuk setiap orang memang tidak berlaku dua kali, karena tak mungkin satu waktu dua agenda diikuti sekaligus. Untuk mengatasi problem semacam ini, panitia harus merencanakan alokasi waktu acara Tekad jauh-jauh hari sebelum hari-H, karena hampir 99 % permasalahan bentrok jadwal ini selalu disebabkan oleh kesalahan panitia dalam perencanaan waktu. Jadi, bila kita ingin menghadirkan peserta Tekad lebih banyak maka i'lanat (info) tentang Tekad harus jauh hari telah disebarkan, atau dengan kata lain panitia harus melakukan persiapan yang matang berminggu bahkan berbulan sebelum hari-H

- Faktor Ruhul Istijabah yang menurun. Hal ini seperti terindikasikan dengan adanya kader yang memilih-milih dulu siapa muwajih (ustadz penceramah yang akan datang), jika ustadznya terkenal maka sang kader akan ringan langkah, sedangkan bila ustadznya biasa-biasa aja sang kader pun banyak alasan untuk tidak hadir atau terlambat. Permasalahan ini memang klasik, solusi yang tepat adalah melakukan gerakan penyadaran akan pentingnya Temu Kader. Pihak panitia juga harus belajar dari pengalaman, jika ingin mengundang pembicara maka undanglah yang aak terkenal atau dekat di hati kader. Insya Allah banyak yang datang dan mudah-mudahan mereka datang dengan ikhlas. Seperti yang kita sebutkan di atas, gerakan penyadaran dapat dilakukan dengan taushiyah secara kolektif melalui tindakan sabar (muhasabah akbar), atau pendekatan persuasif personal agar sang kader mau menghadiri Tekad. Diakui memang, hal yang terakhir sangat berat karena memerlukan waktu dan energi besar.

- Informasi yang tidak merata. Permasalahan ini satu-satunya disebabkan oleh profesionalisme yang kurang dari pihak penyelenggara Tekad. Sebagian besar agenda dakwh kita yang melibatkan massa terkenddala pada kesalahan publikasi. Solusi jitunya adalah dengan membuat jaringan komunikasi via sms (Tanyakan pada sang 'Qiyadah Dakwah' mekanismenya), penyebaran undangan dengan membuat sistem PJ (Penanggung Jawab), berlalukan sistem iqobah bila tidak berhasil. Apabila kegiatan Tekad tidak terlalu amniy maka boleh diumumkan pada papan pengumuman atau dengan menggunakan alat pengeras suara masjid/mushalla.


Demikianlah sedikit tulisan tentang manajemen Temu Kader sesuai dengan pengalaman yang sering kita temui di lapangan. Boleh jadi, masih banyak hal lain yang diperhatikan selain beberapa hal di atas. walaupun demikian, dengan sangat sederhananya penyajian di atas, cukup menambah khazanah manajemen kaderisasi khususnya manajemen Tekad. Allahu a'lam.


Senin, 06 Agustus 2007

Kaderisasi Mahasiswa Baru in Ramadhan

"Buat Mereka jatuh Hati...”

Sahabat, berikut akan disajikan beberapa usulan kegiatan kita di bulan ramadhan kali ini. Usulan ini boleh jadi menjadi konsep kegiatan lembaga dakwah saintis yang kita miliki di kampus masing-masing. Sengaja penulis mengaitkan seluruh program ini ke dalam bentuk program berorientasi kaderisasi karena kebetulan ramadhan kali ini bersentuhan langsung dengan agenda penyambutan mahasiswa baru. Dengan semangat baru tahun akademik baru mari mensukseskan proyek besar terhadap kaderisasi mahasiswa baru dengan membuat mereka jatuh hati pada kita. Selamat membaca…

BAZAR Ramadhan dan POSKO Informasi Lembaga Dakwah

Kegiatan untuk memperoleh fulus, menaikkan derajat kesejahteraan lembaga dakwah saintis melalui hasil keuntungan penjualan. Selain itu, program ini juga merupakan kegiatan untuk memperkenalkan lembaga dakwah saintis secara sederhana dan menarik. Barang-barang yang dijual sebaiknya berupa souvenir islami dan harakiy. Hal ini dimaksudkan untuk mendekatkan symbol-simbol harakah kepada mahasiswa baru. So... dengan mudah mereka jatuh hati pada kita.

12 Jam Bersama Muslim Saintis (Khusus Laki-laki)

Kegiatan ini meliputi kebersamaan selama 12 jam. Dimulai dari saat ifthar (buka puasa) hingga pagi hari. Rangkaian agenda ini meliputi ifthar jama’iy (buka bersama), shalat maghrib berjama’ah, makan malam, shalat isya berjama’ah, tarawih dan witir, qiyamullail, sahur, taushiyah (ramadhan menuju mahasiswa qur’ani), shalat shubuh berjama’ah, pengenalan dzikir ma’tsurat dan riyadhah. Acara ini harus difollow up dengan membagi kelompok semihalaqah. Setelah kelompok ini mandiri, baru seterusnya dilanjutkan dalam bentuk halaqah yang sesungguhnya. Buat mereka jatuh hati dengan program ini...

KAJIAN SPESIAL “Ramadhan in Abroad”

Acara diskusi sehari yang menghadirkan dosen-dosen FMIPA alumni luar negeri. Bercerita tentang kisah-kisah mereka selama menuntut ilmu di luar negeri khususnya kisah pada bulan ramadhan. Sebaiknya dosen-dosen yang akan berbicara berasal dari negara yang berbeda contoh : Jepang, Malaysia, Perancis, Amerika Serikat, Australis, dsb). Diusahakan lebih beraneka Negara. Hal ini dimaksudkan untuk membuat diskusi lebih hangat dan memiliki daya tarik tersendiri bagi mahasiswa baru.


Bagi mahasiswa yang berkeinginan sekali melanjutkan studi ke luar negeri, sepertinya sangat tertarik dan jatuh hati pada kegiatan semacam ini. Pada akhir diskusi ini, para pembicara juga diminta bertukar pikiran dan pengalaman tentang upaya jitu untuk bisa kuliah di luar negeri. Acara ini perlu difollow up dengan menawarkan pembentukan kelompok studi mini (semihalaqah) untuk memperkenalkan pertemuan tarbawiy dengan pendekatan ilmiah. Kreatifitas panitia sangat diperlukan disini!


Kunjungan ke Panti Asuhan

Saatnya kita menunjukkan bahwa aktifis dakwah kampus sangat peduli terhadap sesama. Tidak hanya pandai berteriak untuk saudara muslim di Palestina melainkan mampu berbuat terhadap saudara muslim di sekitar kita, ‘meski sedikit’. Kunjungan ke Panti Asuhan ini harus dipersiapkan satu bulan sebelum Ramadhan dalam bentuk pengumpulan infaq, shadaqah dan sebagainya.... Melalui agenda ini, kita menciptakan sebuah persepsi bahwa lembaga dakwah kita adalah lebaga dakwah yang memiliki jiwa sosial yang tinggi. Berharap semoga mahasiswa baru tertarik dan jatuh hati pada kita...


+ dll...

Tulisan ini ditujukan sebagai bahan pertimbangan kepada para sahabat pengurus lembaga dakwah khususnya FMIPA. Semoga bermanfaat. barakallahu liy wa lakum...

Perjuangan KPST jhd (Lanjutan)

Sahabat, inilah kisah-kisah terakhir dari perjuangan KPST-ku.

Jumat, 3 Agustus 2007

Hari ini, akhirnya aku mendapat tanda tangan pembimbing KPST di BATAN sebagai bukti pengesahan atas laporan KPST yang telah aku susun. Tanda tangan yang penuh dengan iringan air mata dan darah (o...seram). Setelah berkali-kali berusaha mendapat ACC namun tetap ditolak karena laporan yang aku susun masih belum sempurna alias masih terdapat banyak kesalahan. Sistem penulisan yang kurang mengikuti aturan, tanda baca yang penempatannya tidak tepat, isi laporan yang kurang ini dan itu, dan segala macam kekurangan yang lainnya. Ah, sejenak aku rebahkan bahuku di sela-sela penulisan kisah ini. Alhamdulillah, Laporan KPST-ku akhirnya disetujui dan disahkan oleh pembimbingku, Ibu Torowati, ST (Alumni Teknik Nuklir UGM). Segera setelah mendapat tandatangan beliau, aku segera menuju ruangan Bapak Ir. Bambang Herutomo (Kepala Bidang Bahan Bakar Nuklir PTBN BATAN) untuk mengambil tandatangan beliau. Lega sudah, pikiran dan jiwa terasa ringan tanpa beban.

Setelah menunaikan shalat Jumat, aku langsung menuju Gedung 20 (Tempat Kantor Tata Usaha PTBN BATAN berlokasi). Di sana aku mengambil stempel PTBN BATAN sambil meninggalkan hardcopy laporan KPST-ku di bagian kepegawaian dan dokumentasi ilmiah untuk selanjutnya ditinggalkan di pustaka. Demikianlah kira2 proses akhir pengesahan laporan KPST-ku.

Sabtu, 4 Agustus 2007

Hari ini aku hijrah kembali ke Jakarta setelah kurang lebih selama 1 bulan aku tinggal di Serpong - Tangerang. Di Jakarta aku tinggal di rumah Om dan tanteku di Senen jakarta Pusat. Menurut rencana sebelumnya aku langsung pulang ke Padang hari ini, namun ada hal lain yang masih aku bereskan di Jakarta, so... untuk beberapa hari aku tinggal di Jakarta bersama Om dan tente. O ya, kebetulan tepat pada malam hari bersama Om dan Tanteku, kami menghadiri acara resepsi pernikahan famili yang berasal dari kampung asalku (NIAS SUMUT) di Aula STT (Sekolah Tinggi Teologia) Jakarta, kampus para calon pendeta. Maklum, familiku yang satu ini adalah non-muslim. Pikirku dalam hati, aku menghadiri acara ini untuk menunjukkan bahwa aku ini berjiwa pluralis dan penghargai pluralitas. Ingat, yang aku pemerangi adalah paham pluralismenya saja. Perbedaan adalah hal yang wajar. Bukankah aku ingin menunjukkan bahwa aku adalah DA'I pejuang pewaris Nabi Muhammad 'yang berjiwa pluralis', aku adalah salah satu pejuang piagam MADINAH di negeri ini? Bukankah?....Pertanyaan2 kecilku dalam hati... Meyakinkan kebenaran atas tindakanku. Sahabat, sekedar info, rupanya kampus STT ini adalah kampus bebas rokok! Buktinya aku dapatkan dengan melihat banyaknya tulisan larangan merokok di areal kampus STT. Sebuah pertanyaan bagi kita, bagaimana dengan kampus IAIN atau UIN (baca : kampus calon ulama) di Indonesia? Apakah kampusnya bebas rokok juga?

Kira-kira Pukul 21.00, kami kembali ke rumah om dan tante di Senen. Malam itu juga aku hijrah lagi dari rumah Om tante di Senen menuju rumah keluarga Om dan tanteku yang lain di Sunter Jakarta Utara. Om-ku yang satu ini sering aku panggil dengan sapaan pak talu (Panggilan berbahasa Nias).

Ahad dan Senin, 5 - 6 Agustus 2007

Sahabat, hari ahad aku bersama keluarga pak talu menghadiri resepsi pernikahan lagi, famili yang lain lagi! Lokasinya di Gelanggang Remaja Jakarta Utara. Setelah dari sono, kami jalan-jalan... Aduh asyik memang, tapi... sedikit banyak 'lahwun'nya. sampai pada saat tulisan ini dipublikasikan (ci i lee, kayak orang penting aja), aku masih di rumah pak talu di Sunter Jakarta Utara.

See U next time...

Sabtu, 04 Agustus 2007

Bersiaplah Secara Jama'iy...

Sahabat dakwahku... Bulan ramadhan, syahrusshiyam semakin di depan mata. Persiapkan diri pribadi dengan baik. Secara ruhiy, minimal berdo'a : "Allahumma baariklana fii rajab wa sya'ban, wa ballighna ramadhan...". Secara jasadiy, minimal berlatih lapar dan haus beberapa hari karena Allah, mengisi beberapa hari di dalam dua bulan ini sebelum ramadhan. Secara fikriy, minimal membuka kitab fiqh shiyam. Insya Allah, Ramadhan kali ini akan kebih baik lagi daripada tahun kemarin. Tapi jangan lupa juga secara maliy, siapkan infaq terbaik antum menghadapi ramadhan...

Kaderisasi dan Syiar : Ahlan Wa Sahlan Syahrusshiyam...

Sahabat, marilah melirik dan memperhatikan kalimat tersbut sejenak. Di dalamnya ada ungkapan yang memiliki siratan bahwa segenap jiwa yang hari-harinya beramal islam, selalu berorientasi pada dakwah kaderisasi dan syiar berucap bahagia menyambut ramadhan : Selamat datang bulan ramadhan. Itulah ekspresi jiwa sang ADK. Ucapan jiwa ini akan terwujud dengan segala persiapan seperti yang telah dipaparkan di atas. Namun untuk menyempurnakannya, bagi ADK (khususnya ADK FMIPA) perlu ada persiapan secara jama'iy tanpa melupakan atau menomorduakan persiapan infiradiy (diri pribadi). Persiapan yang kami maksud disini adalah persiapan jama'ah secara konseptual menyambut ramadhan.

Sahabat, jelasnya, kita harus melakukan persiapan jama'ah dakwah secara konseptual untuk menyambut bulan ramadhan, atau dapat diterjemahkan dalam bentuk kemasan konsep dakwah berbasis ramadhan. ADK FMIPA, yang terkenal kreatif, sepertinya tidak gagap menghadapi tantangan tersebut.

Sahabat, antum insya Allah telah memiliki rencana tentang sekian deret agenda dakwah yang akan dikemas dalam bentuk-bentuk konsep, perencanaan adalah bagian dari manajemen. Disini kami hanya mengingatkan..., mudah-mudahan antum dapat berhasil merencanakan konsep-konsep itu sebaik mungkin. Karena perencanaan yang baik adalah 50 % keberhasilan. Begitu katanya... jadi, bersiaplah secara jama'iy...

Kaderisasi, Syi'ar, Orientasi Kita!

Kaderisasi dan Syi'ar...

Sebelum berpikir lebih jauh, izinkan penulis menjelaskan tentang judul di atas. Judul di atas hanyalah pandangan atau ide penulis. Tentu, banyak yang tidak terlalu tepat karena masih kurangnya pengalaman dan pengetahuan dakwah si penulis, apalagi dalam pemahaman. Walaupun demikian, penulis boleh saja menuang ide berdasar studi literatur tentang dakwah harakah khususnya dakwah kampus.

Jangan sampai ada yang salah di antara kita. Sepertinya kita memilah dan memisahkan dakwah ini. Kita membaginya berdasar muatan (berwujud siyasiy, da'awiy, ilmiy...). Kita juga yang membaginya berdasar orientasi (syiar dan kaderisasi). Semuanya dibedakan baik berdasar muatan maupun orientasinya bertujuan untuk kebaikan, yakni adanya proporsionalitas bertindak dalam mengerahkan energi dakwah secara efektif dan efisien. Hal yang terakhir menurut penulis menarik untuk dibahas. Syiar dan kaderisasi...

Dua aspek yang sering dianggap 'milik' da'awiy tersebut, biasanya dan katanya dimainkan oleh LDK (saja!). Akan tetapi menurut penulis, anggapan itu kurang tepat. Mengapa? LDK (nb : da'awiy) bukan satu-satunya wasilah kaderisasi dan syiar. Pembagian dakwah kita bukan seperti itu. Namun di sini perlu kita dudukkan bahwa kaderisasi dan syiar adalah orientasi, bukan muatan. Wajihah siyasiy bisa bernilai syiar dan kaderisasi. Demikian juga dengan wajihah ilmiy, bisa bernilai syiar maupun kaderisasi. Nah ini yang lebih tepat dan mendekati kebenaran!
Wajihah siyasiy contohnya, ketika wajihah ini berorientasi kaderisasi maka sebagai produknya adalah lahirnya kader-kader yang berkompeten di dalam bidang siyasiy secara kuantitas dan kualitas. Bila wajihah siyasiy berorientasi pada syiar maka sebagai produknya adalah lahirnya persepsi yang terpadu dan menyeluruh tentang masalah sosial dan politik yang sedang berkembang di tengah masyarakat internal (kampus) ataupun eksternal. Sebagai wujud kerja syiarnya, adanya dukungan penuh atau sekedar simpatik terhadap gerakan siyasiy. Itu syiarnya siyasiy...

Sebuah lembaga kemahasiswaan seperti Himpunan Mahasiswa. Orientasi kegiatan ADK (aktifis dakwah kampus) di dalam lembaga siyasiy tersebut pada hakikatnya hanyalah dua, kaderisasi atau syiar, atau keduanya. Itulah fungsi strategis ADK di sana. Nah, baru muatan yang digunakannya adalah muatan siyasiy, ia boleh memilih, orientasi kaderisasi, syiar, atau kedua-duanya. Jadi, jangan ada anggapan seorang ADK ketika ia bergerak rutin dan istimrar di bidang dakwah bermuatan siyasiy, ia lantas mengatakan : "akh, ane gak terlalu faham tentang kaderisasi (sistem : alur dan kurikulumnya), ane juga gak terlalu punya bakat untuk masalah2 syiar..., serahin aja ama LDK... kaderisasi dan syiar 'kan urusan LDK (da'awiy......) ". Pemikiran semacam itu adalah pemikiran yang kurang tepat. Menurut penulis itu pemikiran non ADK, lebih tepat. Mengapa? Karena seperti yang dijelaskan tadi, siyasiy hanya muatan, sedangkan kaderisasi/syiar adalah orientasi. Ketika kedua orientasi lumpuh maka sang 'ADK' model itu sejatinya bukanlah ADK, walaupun ia tetap bermuatan dakwah siyasiy...

Untuk "beberapa tahun terakhir ini", dakwah kampus memiliki arahan kerja yang tertuang dalam renstra (rencana strategis), orientasi kita lebih spesifik yaitu kaderisasi. Artinya, kaderisasi lebih diutamakan dari pada syiar. Itu dari segi orientasi. Jadi jangan sampai mempengaruhi wajihah dakwah yang lain (ex : siyasiy dan ilmiy). Karena pembagian siyasiy, ilmi, dan da'awiy hanya berdasar muatan. Sementara itu kaderisasi dan syiar dikategorikan berdasar orientasi...

Sebuah harapan kita bersama. Kita tidak lagi memiliki pemahaman yang kurang tepat tentang kaderisasi dan syiar sebagai orientasi dalam kaitannya dengan dakwah siyasiy, ilmiy, dan da'awiy dari segi muatan. Siapapun orangnya, wajihahnya atau muyulnya apa, seharusnya mampu beramal kaderisasi dan syiar. Sebagai pekerja siyasiy harus mampu beramal kaderisasi dan syiar, demikian juga dengan pekerja ilmiy. Semuanya jangan ditumpuk di pundak LDK (nb : da'awiy).

Seperti yang telah penulis singgung di atas, era perjuangan kita beberapa tahun ke depan adalah era perjuangan dakwah yang berorientasi pada kaderisasi. Kaderisasi, sederhananya didefenisikan sebagai upaya perolehan kader yang terukur dengan parameter kuantitas dan kualitas. Setelah memahami bahwa kategori kaderisasi adalah orientasi (bukan kategori berdasar muatan) maka selayaknya setiap kita (baca :ADK) dimanapun kita berada (siyasiy, ilmiy, dsb) harus berupaya keras untuk beramal kaderisasi.

Pertanyaan terakhir, lalu bagaimana hubungan antara syiar dengan kaderisasi. Jawabnya, tidak ada masalah. Kaderisasi dan syiar sejalan. Orientasinya sejalan. Ketika kaderisasi lebih diarahkan pada pemungutan makanan dan emas, sementara syiar diarahkan pada pemungutan batu kerikil dan kayu. Begitulah filosofi permainan empire, cara memahami kaderisasi dan syiar secara sederhana. Batu kerikil dan pasir jangan dianggap tidak berguna. Semuanya berguna untuk pembangunan dakwah.


Jumat, 03 Agustus 2007

Berakhir Sudah KPST


Ikhwatiy, hari ini adalah hari terakhir saya masuk KANTOR (Bidang Bahan Bakar Nuklir BATAN) Serpong Tangerang. Sore ini balik ke Jakarta dan mudah-mudahan secepatnya bisa pulang ke Padang kota tercinta.

Sebulan + 2 hari di negeri Serpong yang dahsyat. Banyak kisah yang telah terukir. Saking banyaknya, saya tak sanggup menuliskannya satu persatu. Walaupun nggak terlalu berharga dalam pandangan orang lain, namun kisah-kisah yang telah saya jalani selama berada di sini, cukup bernilai...

Datang dari Padang, bermodalkan SURAT AJAIB dari Murabbi. Eh ternyata, respon kader dakwah di sini sangat luar biasa. Rupanya tarbiyah ukhuwah sangat hebat dalam jama'ah dakwah yang selama ini saya dididik di dalamnya. SAYA bersyukur luar biasa. Allah telah memberikan kesempatan di dunia memiliki ikhwan dan akhwat yang shalih, berinteraksi dengan mereka dengan iman yang melekat, bergerak bersama saudara perjuangan... Itulah kenikmatan.

Pengalaman yang tak kalah serunya. Kuliah praktek di Lab Kimia Bidang Bahan Bakar Nuklir. Luar biasa. Di sini saya bermain dengan uranium, radiasi, dan sejumlah zat-zat lain yang 'katanya' berbahaya. Menurut saya, itu berbahaya apabila kita buta. Sebagai mahasiswa kimia tentunya sudah banyak teori-teori tentang zat, bahaya, dan penanggulangannya. Jadi buat apa takut. Tul kan?

Untuk mengukir sedikit kenangan ini, saya akan menampilkan KATA PENGANTAR di dalam laporan KPST... Tentunya sudah diubah dikit dunk... (Biar lebih keren dan gak terlalu formal...). Nih dia :

Dengan mengucapkan : alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin, segala puji dan syukur hanya tertuju kepada Allah SWT yang senantiasa melimpahkan nikmat-Nya kepada kita semua, khususnya kepada penulis. Shalawat beriring salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, sosok teladan umat manusia di dalam menjalani hidup dan kehidupan, siapapun kita, termasuk para kimiawan muslim saat ini dan calon-calon kimiawan muslim di masa depan.

Laporan Kuliah Praktek Sains dan Teknologi ini merupakan hasil kuliah praktek yang telah dilaksanakan oleh penulis selama 1 (satu) bulan di Bidang Bahan Bakar Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui percobaan yang berjudul Optimasi Waktu Pengadukan dan Jumlah Tingkat Proses Stripping Uranium dari Larutan Fasa Organik Hasil Ekstraksi Limbah Radioaktif Cair. Sebagai manusia biasa, penulis tidak terlepas dari bantuan dan belas kasih dari banyak pihak. Ucapan Terimakasih yang sebesar-besarnya penulis haturkan kepada : Kedua Orang Tua, Bapak Ahmad Musa dan Mama Nur Hayati yang senantiasa memberikan dukungan dalam berbagai aspek terhadap penulis, Ibu Pembimbing Lapangan (Ibu Torowati, ST), Bapak Pimpinan Kelompok Kendali Kualitas Bidang Bahan Bakar Nuklir (Bapak Ir. Sungkono, MT), Bapak Kepala Bidang Bahan Bakar Nuklir (Bapak Ir. Bambang Herutomo), Bapak Kepala Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBN) BATAN (Bapak Ir. Budi Briyatmoko, M. Eng), Bapak Ketua Jurusan Kimia FMIPA UNAND (Bapak Dr. Djaswir Darwis, MS DEA), Ibu pembimbing Akademik (Dra. Rahmayeni, MS), karyawan (staf administrasi, analis, peneliti, dll) Bidang Bahan Bakar Nuklir PTBN-BATAN (Pa’ Icik, Bu’ Deni, Bu’ Asminar, Bu’ Rahmi, Pa’ taufik, Pa’ Toto, Pa’ Mahpudin/Pa’ Ade, Bu’ Nining, dll).

Teristimewa kepada para sahabat dakwah saya di Tangerang (Ust. Arja S.Pd dan keluarga, Ust. Abdul Wa’id, Ir. Yusuf Afandi, MT., Dr. Nurul, Dr. Abdurrahman, Ust. Budi S.Pd, Mas Widayat, Mas Supono, Mas Asep, Mas Syamsul, Mas Taufik, Mas Alim, dkk akhwat), keluarga Ibu Hj. Asminar dan Pak Anwar di Komp. Perumahan BATAN INDAH, sahabat perjuangan KPST dari Unand Padang (Zulfa Fitrico, Dila Fairusi, dan Silvia Yolanda), serta sahabat dakwah di Padang yang selalu memberi semangat : Da Ihsan, Bang Hamas, Da Ariantoni (Da Anton yang sedang Praktek Apoteker pada Perusahaan Farmasi di Bandung), Da Yuardi, Bang Dolla, Adinda Rafie, Medi, Hendri, Taufik, Fajar, Iwan, Edi, dll. Spesial untuk warga Wisma Iqra’ (Darul, Eko, da Yoki, Adinda Endi, Fadil, Adi, Roni), lebih spesial lagi untuk sahabat dakwah FMIPA 2004 (Rahmat Firdaus ‘alhafizh’, Depitra Wiyaguna, Denny Salaki (akh De2n), Andrew Valentino, Viko Ladelta, Yuliman Siregar, Mardoni, Nafriyul Fahmi, dan ikhwan lain yang terlupa disebutkan… (Afwan ya).

Oh ya, juga kepada rekan-rekan mahasiswa kimia FMIPA UNAND, khususnya mahasiswa kimia angkatan 2004 (TAMIA.COM) dan seluruh pihak yang telah membantu penulis dengan ikhlas selama KPST yang tidak mungkin disebutkan satu per satu. Jazakumullahu khaiyran katsiran. 
Demikianlah laporan ini disusun, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Sudah barang tentu laporan ini sangat jauh dari kesempurnaan lantaran penulis yang sangat serba kurang di dalam hal pengalaman dan pengetahuan. Saran dan kritik yang bersifat membangun akan penulis nantikan dari pembaca sekalian yang dirahmati Allah SWT. Barakallahu fiina ajma’in , aamiin. Penulis : SAYA

Ikhwatiy, inilah yang mungkin saya tulis saat ini. Atas kekurangan mohon maaf. (ilalliqa'...)

Kamis, 02 Agustus 2007

PREDIKAT MUSLIM SEJATI*)

“Sungguh telah dimudahkan Al-Qur'an itu untuk dipelajari, adakah manusia yang mau mempelajarinya?” (Q.S. Al-Qamar : 17,22,32,40)


Saudaraku, Islam merupakan ad-din yang super universal memiliki pedoman hidup (huda) yang sangat menggagumkan. Al-Qur'an adalah petunjuk hidup segala aspek kehidupan yang merupakan kitab suci istimewa, memiliki beribu bahkan berjuta keistimewaan dibandingkan kitab-kitab suci yang lain, terlepas dari egoisme atau fanatisme penulis sendiri.


Menurut pandangan dunia eksakta (sains), Al-Qur'an itu dapat diuji kebenarannya melalui ayat-ayat-Nya yang mampu menjelaskan peristiwa alam yang menakjubkan, jauh sebelum teori sains bermunculan di dunia ini. Hal itulah yang menjadikan Al-Qur'an semakin mantap dari segi kualitas kebenarannya. Selayaknya setiap muslim menyadari kebesaran dan keagungan kitab suci agamanya dan berkata : “ya Rabb, alhamdulillah Engkau telah menganugerahkan Al-Qur'an sebagai petunjuk hidupku…”


Ironisnya, di akhir zaman ini Al-Qur'an semakin jauh dari kehidupan seorang muslim. Banyak yang menjadikan Al-Qur'an sebagai kitab yang harus disimpan di dalam lemari dan dikeluarkan setahun sekali pada saat lomba baca Al-Qur'an atau pada bulan Ramadhan saja. Satu hal yang perlu menjadi perhatian adalah mungkin kita termasuk di antara golongan orang-orang yang hari-harinya sangat jauh dari Al-Qur'an. Hal ini pun pernah menjadi keresahan Rasulullah SAW sebagaimana diabadikan dalam Al-Qur'an “dan Rasul (Muhammad) berkata : “ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur'an ini diabaikan” (Q.S. Al-Furqan : 30).

Kegundahan sang Rasul telah terbukti saat ini. Betapa banyak yang menjadikan Al-Qur'an terabaikan. Jangankan dipelajari dan diamalkan, dibaca saja pun tidak. Betapa menyedihkan! Alasan-alasannya memang klasik. Alasan itu memang logis, sibuk, tidak punya waktu luang, bahkan diikuti dengan perkataan bernada miring : ‘ngapain sih Al-Qur'an dibaca? Artinya aja kita 'nggak tahu’.


Mencari muslim sejati saat ini sangat sulit. Kriteria muslim sejati salah satunya adalah menjadikan Al-Qur'an sebagai teman sejatinya dalam menjalani hidup yang hanya sementara ini. Hal ini dimaksudkannya sebagai bekal menuju kehidupan akhirat yang abadi. Muslim sejati sadar bahwa Al-Qur'an adalah kitab suci yang apabila dibaca membuahkan kebaikan berupa pahala. Kebaikan di sisi Allah SWT itu apabila Al-Qur'an dibaca dihitung tiap huruf sebagaimana Rasulullah SAW bersabda : “…Saya tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, melainkan Alif satu huruf, Lam satu haruf, dan Mim satu huruf”. Setiap satu huruf yang keluar dari mulut pembaca Al-Qur'an dihitung pahalanya oleh malaikat sebagai bekal baginya di hari akhir kelak. Rasulullah telah memberi perumpamaan indah bagi orang-orang yang selalu membaca Al-Qur'an dalam sabdanya : “Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur'an adalah seperti buah utrujjah, baunya harum dan rasanya lezat…” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Muslim sejati juga memahami bahwa Al-Qur'an selain dibaca juga penting ditadabburi, dihafal, diamalkan dan didakwahkan. Kelalaian terbesar umat saat ini sering menjadikan Al-Qur'an sebagai bacaan saja tanpa ditadabburi, dihafal, bahkan tidak diamalkan.


Proses menghafal Al-Qur'an merupakan suatu proses menuliskan Al-Qur'an dalam dada seorang muslim. Salah satu ciri khas muslim sejati adalah diberikannya keistimewaan ilmu dari Allah SWT. Keistimewaan itu adalah berupa keteguhan dan semangatnya dalam menghafal Al-Qur'an. Kesungguhan dalam menghafal Al-Qur'an juga dapat dijadikan tolok ukur keimanan dalam hati seorang muslim tersebut. Allah SWT berfirman : “Sebenarnya Al-Qur'an itu adalah ayat-ayat yang jelas di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu…” (Q.S. Al-‘Ankabut : 49).

Saudaraku, menghafal Al-Qur'an adalah fardhu kifayah, akan tetapi apa jadinya jika setiap muslim di seluruh penjuru dunia berlepas tangan dari pekerjaan menghafal Al-Qur'an. Hanya dengan berdalih fardhu kifayah...
Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya orang yang di dalam dadanya tidak terdapat sebagian ayat dari Al-Qur'an bagaikan rumah yang tak berpenghuni” (H.R. At-Turmudzi). Dalam riwayat lain disebutkan “…Ibarat bangkai yang berjalan”.
Saudara muslim, perlu juga kita sadari bahwa menghafal Al-Qur'an bukanlah pekerjaan yang terlalu sulit apabila kita sanggup bersungguh-sungguh (mujahadah) dalam melakukannya seraya memohon bantuan berupa kemudahan dari Allah SWT.
Kadang kita merasa sangat sulit untuk menghafal Al-Qur'an dan ragu dengan kemampuan daya ingat otak kita. Akan tetapi ketika kita menyadari bahwa sebenarnya kemampuan otak kita melebihi dari apa yang menjadi kegundahan kita. Menurut prediksi ilmuwan, otak manusia yang terdiri atas banyak sel saraf (neuron) sebenarnya mampu menampung kurang lebih sebanyak 13 (tiga belas) ensiklopedia untuk dihafal. Bayangkan! Satu ensiklopedia dapat terdiri atas berjuta-juta kalimat penjelas sehingga tiga belas ensiklopedia adalah ‘file’ yang luar biasa banyaknya. Itulah kapasitas otak manusia. Al-Qur'an hanya terdiri dari beberapa ribu ayat saja, tidak berjuta. Tetapi mengapa kita masih ragu terhadap daya kerja otak kita? Sesungguhnya semua itu tergantung pada diri kita sendiri, kemauan dan motivasi, serta kegigihan kita sendir di dalam menghafalnya.
Banyak di sekitar kita yang sanggup menjadi penghafal Al-Qur'an. Ada yang telah menyelesaikan hafalan seluruhnya, setengah, sepertiga, atau sebagian dari Al-Qur'an. Mereka berasal dari berbagai latar belakang pendidikan dan pekerjaan. Ada mahasiswa/pelajar, guru, petani, karyawan swasta, tukang, dsb. Satu pertanyaan yang perlu kita ajukan pada diri kita sendiri : “Mengapa mereka mampu sedangkan saya tidak?”, “Bukankah kami memiliki kapasitas otak manusia yang sama, waktu yang sama 24 jam dalam sehari?”
Saudara muslim, sudah saatnya kita menginstrospeksi diri tentang berapa banyak kelalaian kita terhadap Al-Qur'an, betapa banyak pengabaian kita, terutama kelalaian dalam berinteraksi melalui tilawah (membaca) dan hifdzhulqur’an (menghafal Al-Qur'an).

Bila suatu saat nanti di akhirat Allah SWT bertanya pada masing-masing kita : “Wahai fulan! Engkau hidup di dunia, apa saja yang telah engkau lakukan dengan Al-Qur'an?”. Segala jenis argumentasi tidak berlaku lagi saat itu. Seluruh anggota tubuh akan berkata dengan jujur : “ya Rabb, daku telah lalai…”
Saudara muslim, sekarang ini kita masih di dunia, semuanya belum terlambat untuk memulai kembali berinteraksi dengan Al-Qur'an. STOP! Semua kelalaian harus berhenti dan berubah menjadi sebuah energi baru untuk menjadi muslim sejati. Saudaraku, apa lagi yang kita cari selain keridhaan dan kasih sayang Allah?

Muslim yang sejati harus bersemboyan : Berbekal Al-Qur'an berharap pertemuan di surga.
*) Ditulis oleh JHD (Dept. Kaderisasi 06/07 Forum Studi Islam FMIPA UNAND Padan. Pernah diterbitkan pada surat kabar mingguan MEDIA SERUMPUN edisi 2/Th I. Senin 18 – 24 September 2006/25 – 31 Sya’ban 1427 H. Halaman 7 (Topik : Pendidikan/Keluarga).Judul Lengkap : Predikat Muslim Sejati Berbekal Al-Qur’an di dalam Dada

Rabu, 01 Agustus 2007

Bagaimana Menghafal Qur’an (3)

Murajaah lebih utama dari pada menghafal. Tips ini sangat penting diperhatikan. Kadang, kita lebih banyak berusaha menambah hafalan baru sementara hafalan lama terbiarkan begitu saja. Muraja’ah (upaya mengulang-ulang hafalan) sebaiknya dilakukan dengan bantuan teman seprofesi, artinya kita sama-sama murajaah dengan teman yang berniat juga untuk menghafal Qur’an. Dengan bantuan kaset rekorder dan atau audio dijital berformat MP3 pun sangat banyak diminati oleh para calon-calon penghafal Qur’an. Mengulang-ulang hafalan harus dijadikan rutinitas yang utama ketimbang menambah hafalan baru.

Jangan bergerak! Ya, jangan bergerak menuju hafalan baru bila hafalan lama atau hafalan yang baru saja dihafal belum benar-benar mantap di dalam memori kita. Beberapa orang hafidzh Qur’an yang pernah penulis temui mengatakan, usahakan menghafal ayat ibarat menghafal Al fatihah, seperti lancarnya kita membaca Al fatihah. Teksnya tidak lupa meskipun kita tidak terlalu konsentrasi untuk mengucapkannya. Gampang-gampang susah kan?

Raih kondisi yang OK. Perhatikan waktu-waktu yang baik untuk menghafal. Biasanya, banyak para penghafal Qur’an mengkhususkan waktu-waktu tertentu untuk menghafal dan mengkhususkan waktu yang lain untuk sekedar mengulang hafalannya. Tetap istiqomah dengan waktu tersebut, insya Allah bisa! Selain itu, mood juga sangat berpengaruh. Ketika waktu menghafal Qur’an bertepatan pada saat mood belum baik/mendukung, maka tangguhkan dulu. Sebab mood, kata para pakar kejiwaan, berhubungan dengan suasana pikiran (ingatan). Ketika sedang mood sedih, kita cenderung mengingat dan merekam hal-hal yang berhubungan dengan kesedihan, begitu juga sebaliknya. Untuk itu perhatikanlah mood pada saat menghafal Qur’an. Jika moodnya tidak mendukung, jangan bergerak, diam sejenak sampai mood untuk menghafal hadir kembali..

Milikilah bekal teoritis. Di sini penulis menganjurkan kepada para sahabat yang berkeinginan atau berminat menghafal Qur’an, menghafal ala kadarnya, separuh atau seluruhnya. Perlunya kita memiliki bekal teoritis tentang Al Qur’an. Yang dimaksudkan di sini adalah ilmu-ilmu tentang Qur’an (‘ulumul qur’an), dasar-dasar memahami tafsir Qur’an, asbabun nuzul juga penting. Mengapa perlu? Sebab hal ini sangat dibutuhkan dalam mempertahankan semangat, mood, serta mempermudah untuk menghafal Al Qur’an.

Keterampilan Bahasa Qur’an. Bahasa Qur’an berbeda dengan bahasa Arab. Walaupun demikian, ketika kita ingn memahami bahasa Qur’an terlebih dahulu kita harus memahami bahasa arab, minimal beberapa kaidah yang digunakan sebagai modal untuk menghafal Qur’an. Salah satu kajian dalam bahasa arab adalah ilmu nahwu dan sharaf. Dengan memahami ilmu nahwu dan sharaf ini, insya Allah menghafal Qur’an lebih mudah… Setelah penulis coba, sekali saja, sedikit, eh... ternyata dahsyat! Muraja’ahnya nyaman dengan bekal si nahwu dan sharaf...

Terjemah secara lafzhiyah sangat membantu. Inilah yang dirasakan penulis ketika dulu pernah mencoba-coba menghafal Qur’an. (Memang, sekarang semangat menghafal ana sudah kendor, wallahu a’lam). Disarankan, belajarlah tentang cara-cara menerjemahkan Al Qur’an secara lafzhiyah untuk membantu menghafal (saja!!!). Keterampilan menerjemah secara lafzhiyah tidak boleh digunakan dalam memahami atau menggali kandungan Al Qur’an secara sembaran. Mengapa? Aduh… penulis kurang tahu ya..., tanya ‘Ulama donk… Bagi penulis, keterampilan menerjemah sangat membantu untuk mempermudah menghafal, mempermudah. TITIK.

Irama itu penting sobat! Milikilah irama. Itulah cara beberapa orang untuk mengingat ayat-ayat tertentu atau seluruhnya. Irama yang digunakan untuk menghafal Qur’an sebaiknya spesifik. Seharusnya iramanya juga spesifik untuk setiap orang, untuk setiap surah, bahkan kalau memungkinkan untuk setiap bagian hafalan dari surah tertentu… Hal ini sangat membantu di dalam mengingat hafalan. Makanya tak sedikit para hufadzh memiliki irama khas. Memiliki irama, sebenarnya mudah. Boleh menggunakan irama khas pribadi, boleh juga mengikuti irama murattal dari syaikh timur tengah, atau siapa aja deh... Asal jangan irama rock dangdut. (Afwan, bercanda). Cukup dengan sering mendengarkan irama murattal, insya Allah, kita lebih muda meniru iramanya.

Silakan antum baca juga :

BAGAIMANA MENGHAFAL QUR'AN (Part 2)


BAGAIMANA MENGHAFAL QUR'AN (PART 1)