Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu, AHLAN WA SAHLAN! Wahai Sahabatku, Sudah Sejauhmanakah Kita Berinteraksi dengan Al-Qur’an Hari ini??? Semoga Lebih Baik dari Hari Kemarin...
INFO TERBARU : HADIRI KULIAH TAHSIN DAN TAHFIZH AL-QUR'AN DI SDN 03 BINUANG KEC. PAUH KOTA PADANG, SETIAP AHAD PUKUL 8.00

Sabtu 27 Juni 2009

Tema Besar : Istri Yang Shalih?

Atas Nama Cinta
Rabb, izinkan aku mencintainya
Inilah doa-doa panjang dalam sujud harian. Mudah-mudahan ada perubahan di detik detik penantian dan jarak yang memisahkan.

Maklum, di setiap pertemuan dengan aktivis dakwah di sini, semuanya, rata-rata menyinggung masalah ‘cinta dan istri’, kadang memotivasi, kadang juga meledek ala ikhwah, “Hmmm, yang lajang, statusnya BELUM DIAKUI”. Walaupun dalam benak saya ada cerita khusus tentang itu.



Wajar, karena di saat ini keadaan “itu” sudah dianjurkan. Saya pun memaklumi hal itu. Memiliki kerja adalah salah satu persyaratan, yang memang bukan syarat utama ketika memasuki jenjang pernikahan, tapi cukup krusial untuk dibincangkan. Meski ada yang sering menghibur “biar tidak bekerja tetap, tapi tetap bekerja”. Saat ini, detik ini, bolehlah bila kepada saudara-saudara LQ yang baru diterima bekerja di LPPPI, telah dimulai ditabuh genderang merah jambu syar’i itu oleh sang Murabbi! “Contohlah akh Siddiq” Demikian tukas Murabbi, beliau masih muda namun… Berani mengambil keputusan. Akh Siddiq, saudara sepertemuan pekanan saya, alumnus Elektro UGM dan Unmuh Solo. “Yang lain bagaimana akh? Stok banyak di Jambi”. Demikian Murabbi berkata pada anggota LQ, mungkin termasuk saya yang senyum-senyum sumringah…

Berbulan telah berlalu. Liburan lebaran tahun 2008 lalu. Hari-hari yang telah terlewati dengan segudang cerita yang mengakhirinya. Saya tulus, ini adalah penderitaan jiwa yang teramat, hanya karena sesuatu yang tersembunyi. Di saat itu liburan itu, ibunda berkata dengan keseriusan, lumayan “Nak”, panggilan sayang ibunda. “Kamu boleh memutuskan siapa yang akan menjadi calonmu, terserah, tapi carilah yang terbaik, ibu akan mendukung, semua biaya akan ditanggung oleh keluarga, semuanya, tanpa beban untukmu!”. “Bagus yang kerja di rumah sakit lah, seperti…” Bapak menyambung, menyela pembicaraan serius ibu tadi. Dalam hati, saya berpikir keras, seperti apakah yang mereka inginkan. Ah, saya kan masih ‘anak-anak’, tidak mungkin. Pembicaraan siang itu terus melanjut dan melanjut. Hingga…
Walaupun akhirnya, ada cerita yang agak berbeda setelah itu.

Berbulan telah berlalu. Hingga percakapan yang menyejarah dan menjadi sejarah awal bagi hidup saya itu, terus terngiang di pikiran. Saat ini, di saat kerinduan menyapa, saya hanya mampu pasrah. Cinta, inilah hal yang luar biasa. Berjuta umat terpukau tentang masalah ini. Bukan sepele, seorang Muhammad Rasulullah saja terpukau dengan Khadijah yang shalih, Aiysah yang cerdas. Cinta!

Novel tentang cinta, laku keras di pasaran. Ada ayat-ayat cinta, Ketika cinta bertasbih, dan lain lain. Bayangkan saja, bila kata “cinta” itu, diganti dengan “Benci”, “Setan”, “Karyawan” atau apalah, pastilah judulnya tak semenarik dan tidak selaku saat ini, “Ketika Karyawan Bertasbih”, ah, tak memukau. Apalagi jika judulnya “Ayat-ayat Setan”, pasti menyeramkan, menyesatkan! Cinta, hidup menjadi lebih indah.

Rabb, izinkan aku mencintainya.


Tebing Tinggi, JHD
SELENGKAPNYA BACA......

Minggu 21 Juni 2009

Jangan Menyerah!

Jangan pernah menyerah!
Sebab perjuangan tak akan pernah ada akhirnya.
(Sebuah kalimat yang menyentuh menurut saya. Terbaca dari Majalah sabili edisi 2008)

Bila ada kata menyerah, itu bukanlah perjuangan. Itu adalah keputusasaan yang tidak mencerminkan perjuangan. Maka dari itu wahai sahabat, perjuangan kita tak boleh berakhir dengan menyerah, boleh menyerah tapi hanya pada Allah saja, kita sebut dengan tawakkal!



Sahabat, banyak upaya yang telah kita perbuat. Meski ia hanya kumpulan ikhtiar-ikhtiar kecil yang mengiringi perjalanan hidup kita. Bila masih belum menuai hasil, bukan berarti sinyal menyerah telah dating. Teruskan, teruskan hingga ada akhir berupa hasil.

Lanjutkan!

SELENGKAPNYA BACA......

Minggu 14 Juni 2009

Install Ulang Kerinduan


Somewhere between your heart and mine
There’s a window that I can’t see trough
There’s a wall so high, it reaches the sky
Somewhere between me and you


Sejak tadi malam, saya membolak balik catatan-catatan hidup, lebih tepatnya adalah catatan-catatan rapat dan pertemuan-pertemuan dakwah selama di kampus. Ada kerinduan yang terinstall di dalam batin, kerinduan akan suasana keimanan.

Satu lagi yang membuat kerinduan itu memutar-mutar pikiran, kisah persahabatan yang terjalin di sela-sela sibuknya agenda dakwah, ah, betapa indahnya ukhuwah itu! Hanya, kadang-kadang sifat manusiawi kita sewaktu-waktu hadir, dan di saat itu dibutuhkan ketabahan, tidak hanya kesabaran yang berbatas. Di sisi-sisi kisah itu, ada pula kisah istimewa yang sampai kini entah bagaimana mengurusnya. Hilang, lenyap tanpa kabar berita. Semoga doa-doa kecil ini lah yang menemani kesuksesannya di negeri sana.



Syair di atas, saya kutip dari sebuah lagu lama yang sempat kami nyanyikan bersama sahabat2 satu bangku kursus semasa di SMA beserta tentor-tentor kursus. Agenda English Day perdana di kota Gunungsitoli, diadakan oleh lembaga kursus dan dilaksanakan oleh remaja-remaja Sekolah Menengah Atas, dan yang paling berharga dan penting untuk selalu saya ingat adalah : JHD, sang sekretaris panitianya! Wow...

Kita lupakan, ayo... Itu tak penting bagi pembaca.
Yang penting adalah bagaimana kita belajar dari bergudang-gudang pengalaman hidup kita. Ada orang yang tak pernah ingin belajar dari kisah hidupnya semasa lalu. Akan tetapi sebaliknya, tidak sedikit juga orang yang mau memahami hidupnya dari pengalamannya yang terdahulu.


Hmmm, sambil menarik nafas. Lagi-lagi saya teringat cerita setahun lalu, tanggal 8 Juni, 15 Juni, dan 5 Juli. 3 peristiwa seru yang berurutan. 8 Juni 2008, bersama da Ihsan (Ihsan Iswaldi, M.Si, sekarang sedang kuliah S3 di Spanyol), da Tedi (Tedi MK., M. Si, bekerja di PT Samudera Indonesia Tbk di Jakarta), dan sahabat-sahabat FMIPA-wan lainnya menaiki puncak hutan Biologi Unand. 15 Juni 2008, agenda Triple E Outing diadakan , dimana saya sebagai chairman bersama rekan-rekan asisten Siti Fatimah, S.Si sebagai secretary dan Mardalia, S.Si sebagai treasurer. Terakhir, 5 Juli 2008, agenda hiking pra ujian mentoring bagi peserta mentoring agama Islam angkatan 2007 (Khusus Cowok, Kimia dan Fisika). Agenda ini disukseskan oleh M. Faisal. S.Si, Guswanto, S.Si, Akmal Ahmad, C.S.Si, dll lupa... Ikhwan yang hiking berjumlah 46 orang saat itu juga menaiki puncak hutan Biologi Unand.


Yup, sudah dulu ya... waktu untuk menulis sudah habis hari ini...
Dilanjutkan kapan-kapan aja...

Demikianlah, installulang kerinduan. Kerinduan itu mengasyikkan!

SELENGKAPNYA BACA......

Sabtu 06 Juni 2009

EPISODE BARU JHD

Alhamdulillah. Ternyata sempat juga menuangkan pikiran di layar ini. walaupun kesempatannya tak seperti dahulu. Pekerjaan terasa melelahkan, sehingga tidak ada waktu luang untuk on line.

Ini, sedikit goresan di dalam bus ketika meninggalkan Padang, kota tercinta...

"Sahabat, kenangan kita adalah harga mahal yang tak terbayar oleh dunia bagi hidupku, meski ia tak sebegitu indah bak pelangi, tak secantik rembulan yang kutatap malam ini, atau kenangan itu tak seperkasa matahari, tapi setidaknya…
Aku ingin bertemu lagi. Mengukir kenangan yang semisal dulu".


Sedikit bercerita...

Di tempat ini (Komplek Mess PT Lontar Papyrus), ada yang baru dan beda. dahulu, ketika di Padang, berjalan 100 meter ke Masjid adalah hal yang lumrah jika naik motor, jarang berjalan kaki. Akan tetapi, di sini, untuk ke Masjid saja harus berjalan kaki hampir 1 kilometer, memang, sesekali ditumpangkan naik motor oleh manusia-manusia yang baik hati.



Di tempat ini, pagi-pagi pukul 6.30 harus sudah stand by menunggu bus karyawan ke lokasi pabrik (Laboratorium Kimia). Bekerja dari pukul 7.00. Tepat pukul 11.30, menunggu bus karyawan lagi untuk beristirahat menuju masjid + makan siang. Sampai pukul 13.00, menunggu bus lagi untuk kembali ke tempat kerja. Start kerja pukul 13.30. tepat pukul 17.00 sore hari, menunggu bus untuk pulang ke rumah (Mess karyawan). Begitulah seterusnya untuk sementara...
dan mungkin tak berapa lama lagi, irama waktu itu akan berubah jika giliran kerja shift datang. Bekerja 8 jam sehari, namun kadang jadwalnya di waktu sore dan malam hari. Jika ada jadwal malam yang paling sulit, di saat orang tidur kita harus menggoyang-goyang erlenmeyer, menimbang-nimbang sampel, dan menyaring-nyaring larutan... Hmmm, begitulah.


Di tempat ini, agenda LQ insyaAllah akan terus berjalan. Kader dakwah lumayan 'banyak'. Ghirah kadernya pun mampu mengalahkan Kota Pauh, yang konon kabarnya memiliki ribuan kader. Bukti kemenangan tempat ini adalah 'suksesnya salah seorang kader terbaiknya hadir di medan jihad siyasiy'.

Oh ya, ada kata bijak yang tak terlalu bijak, sekaligus mengakhiri cerita gado-gado ini...

"Mengejar cita bukanlah ide yang tepat bila angan-angan kenyamanan mengiringi langkah hidup kita. Saatnya berjuang, menyongsong cerita keberhasilan berikutnya".

Dan...
Inilah Episode Baru Hidupku!

(JHD, Pelabuhan Dagang – Kec. Tebing Tinggi, Kab. Tanjung Jabung Barat – Jambi)

SELENGKAPNYA BACA......

Rabu 20 Mei 2009

Cahaya Kebaikan Itu, Tarbiyah!

Sahabat,

Marilah kita isi cerita dengan sejumlah cerita-cerita berenergi positif. Kita sibukkan diri kita dengan kebaikan agar kebatilan tidak menyibukkan kita. Bukan sebaliknya. Telah banyak fakta memberitahu bahwa seorang yang sibuk untuk kebaikan dan perbaikan, dipastikan sebagai orang yang terhindar dari kebatilan. Mengapa? Karena waktu-waktunya telah habis di dalam kebaikan, telah betul-betul habis.




Mari, kita habiskan waktu kita dalam upaya-upaya menuju baik. Kita puaskan masa muda kita dengan aneka kegiatan yang memberi sinar kebaikan, agar masa depan lebih terang, terang dan semakin terang. Tak usah berpikir dua kali untuk menjerumuskan diri dalam kebaikan, apalagi jika harus berpikir berulang-ulang. Tidak perlu menghela nafas membuat kuda-kuda agak lama untuk terjun bebas ke alam perbaikan, jangan pernah berpikir untuk berhenti, atau tidak mau sama sekali.



Telah banyak diri yang tercerahkan dengan cahaya ini. Telah banyak testimoni untuk sebuah pengharapan hidup, dalam hidup dan kehidupan. Telah banyak kejelasan bisi dan misi hidup, beroleh di sini. Ada kebaikan yang melimpah di sini. Ada banyak, hingga berjuta bahkan tak terhitung sinar-sinar kebaikan. Kata-kata sederhana tidak mampu menerangkannya secara mendalam dan tepat.


Sahabat,

Singkat cerita, tulisan singkat ini telah berada di penghujung cerita, membiarkan diri ikut meringkas cerita. Akhirnya, hanya cahaya itulah yang memberi kebaikan. Ialah tarbiyah, cahaya kebaikan, cahaya yang menerangi, cahaya penghangat segala kebekuan diri dan hidup. Cahaya yang memperbaiki diri dari ketidak baikan menuju ke arah yang lebih baik. Tarbiyah, bukanlah aliran atu golongan, tarbiyah adalah ciri pendidikan yang diajarkan Rasul kepada umatnya, sebagaimana Umar dengan keberaniannya sanggup menembus tantangan hijrah berkah tarbiyah, sebagaimana sahabat-sehabat perkasa lainnya menjalani setiap sesi perjuangan dengan perkasa, berkah tarbiyah.



Sahabat, pastikan diri terlibat dalam alam keberkahan itu...
Agar hidup semakin lebih hidup!
Hingga kita pun selalu hidup, meski telah tak berada di bumi sempit ini.


...dan janganlah engkau katakan tentang orang-orang yang terbunuh di jalan Allah bahwa mereka mati, akan tetapi mereka hidup...

SELENGKAPNYA BACA......

HARAPAN GEMILANG!

“Insya Allah, masa depan yang gemilang itu, kejayaan yang pernah hilang di tangan kita, akan dapat kita kembalikan lagi. Dan saya berharap, Indonesia akan menjadi pemimpin kebangkitan ini” (Dr. Yusuf Al Qaradlawy, Masjid Al-Azhar Jakarta, 1999)
Akhifillah, hidup adalah tukikan-tukikan tajam, kadang ia berselayang menuju ruang-ruang pikir yang tak berbatas. Ia juga sesekali menyapa kerendahan berserah diri, serendah-rendah alam kesadaran. Ini adalah misteri, sudah cukup banyak yang berkata bahwa hidup adalah misteri.

Sahabatku, ini bukan pelajaran pertama. Ini yang kesekian kali dalam membelajarkan kita tentang hidup. Bukankah hidup ini adalah pembelajaran? Ini adalah tanya yang jawabnya adalah pasti.

Susah bergaya dalam ketidakteraturan pemaknaan hidup. Rasanya, sedikit sekali pemaknaan, bahkan sangat sedikit. Padahal waktu terus berlalu. Mengisi terus hidup dan kehidupan kita. Entah banyak bekal atau tidak sebagai wujud tanda seru, atau entah ia nihil tak berdaya.